YLBH AKA Sorot Kecelakaan Kerja di PLTU Nagan Raya yang Renggut Korban Jiwa

YLBH AKA Sorot Kecelakaan Kerja di PLTU Nagan Raya yang Renggut Korban Jiwaacehnews.id| istimewa
Tim Advokasi YLBH AKA, Ikhsan Nudin
A A A

Suka Makmue, acehnews.id -- Yayasan Lembaga Bantuan Hukum-Advokasi dan Keadilan Aceh (YLBH-AKA) Nagan Raya mempertanyakan penyebab kematian seorang pekerja di proyek PLTU 3-4 Nagan Raya, Rezeki Simanullang (35) asal dari Sumatera Utara, pada Kamis pagi 11 Maret 2021.

Tim Advokasi YLBH AKA, Ikhsan Nudin mengatakan, hal ini perlu dilihat lebih mendalam lagi, apakah kecelakaan kerja itu ada unsur kelalaian atau bagaimana.

Ikhsan Nudin menyebutkan, kematian warga Sumut itu diduga akibat jatuhnya sepotong besi milik salah satu alat berat pancang paku bumi di PLTU 3-4 Nagan Raya yang berlokasi di Gampong (Desa) Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir.

Hal ini perlu ditinjau ulang kata dia, mengingat sebelum korban Simanullang meninggal dunia, korban sempat berteduh di samping paku bumi di lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya yang berdekatan dengan mesin alat pemasang paku bumi yang sedang bekerja dengan jarak sekitar lima meter.

“Nah! Saat sepotong besi itu terjatuh dan mengenai helm yang dipakai oleh korban. Apakah pekerjaan di PLTU 3-4 sudah sesuai dengan prosedur standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), pengawasan, ataupun ada unsur perbuatan melanggar hukum," tanya Ikhsan, Sabtu 13 maret 2021.

Menurut tim advokasi YLBH AKA Nagan Raya, hal ini sangat memprihatinkan, mengingat besi tersebut berasal dari alat berat yang sedang bekerja, tepatnya di bawah korban berteduh. Akibatnya, korban mengalami pendarahan di bagian kepala yang menyebabkannya meninggal dunia.

Melihat kejadian ini, YLBH AKA Nagan Raya mempertayakan apakah pekerjaan mereka sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah di tetapkan pada Pasal 3 Undang- Undang (UU) Nomor 1/1970 Huruf a tentang Keselamatan Kerja disebutkan bahwa keselamatan kerja antara lain berupa tindakan mencegah dan mengurangi kecelakaan. 

"Di sini sekali lagi kami mempertanyakan apakah penyebab kejadian kecelakaan itu atas dasar kelalaian ataupun murni kecelakan kerja, jikalau pun itu memang betul pelanggaran K3 maka harus ditindak tegas, Kita  juga meminta pihak kepolisian dan kementerian Ketenaga kerja khususnya bidang K3 untuk menuntaskan persoalan ini supaya tidak terulang kembali," kata Ikhsan.[]

Komentar

  Loading...