Wakaf Sumur Bor, Rp 117 Juta dari Masyarakat Simpang Mamplam untuk Palestina

Wakaf Sumur Bor, Rp 117 Juta dari Masyarakat Simpang Mamplam untuk Palestina
A A A

Banda Aceh, acehnews.id -- Niat wakaf sumur bor untuk masyarakat Palestina yang membutuhkan air bersih, terbesit di benak Ketua Karang Taruna Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Lindayani S.Sos.

Bak gayung bersambut, niat tulus yang dia sampaikan pada 15 Mei 2021 yang lalu dalam rapat organisasi kepemudaan di Kecamatan yang dipimpin oleh dirinya mendapat sambutan yang antusias dari pengurus untuk mewujudkan asa demi kemanusiaan.

Akhirnya setelah berjuang selama 7 hari lamanya, Karang Taruna dan segenap para ketua Pemuda dari 41 Gampong Simpang Mamplam berhasil mengumpulkan sumbangan Rp117 Juta untuk Wakaf Sumur Bor di Palestina agar tersedia air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan di sana yang diserahkan kepada lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), Selasa 8 Juni 2021 di Banda Aceh.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Simpang Mamplam, Lindayani menuturkan selama sepekan lamanya oleh mereka mengumpulkan sumbangan dari para pelintas di jalan nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya di depan kantor Camat Simpang Mamplam menjadi posko utama tim.

"Kami rapat pada tanggal 15, diputuskan dalam rapat menyumbang sumur bor, setiap sumbangan yang terkumpul tidak boleh digunakan walau seribu rupiah pun, tim sepakat biaya selama kegiatan tanggung masing masing atau bawa bekal dari rumah dan secara kebersamaan mengumpulkan uang khusus untuk konsumsi," kata Lindayani.

Kemudian pengurus Karang Taruna juga menggalang bantuan dana secara dor to dor (rumah ke rumah) dari tanggal 21-28 Juni 2021 demi terwujudnya Wakaf sumur bor untuk air bersih bagi warga Palestina yang membutuhkan.

Mereka menginginkan, wakaf ini benar benar dari masyarakat, dengan uluran tangan walaupun masyarakat tidak ada memiliki uang, membantu dengan menyisihkan beras yang dimiliki di rumah rumah warga.

"Kami kumpulkan dari rumah ke rumah, jalan kaki, ada yang menyumbang beras yang kemudian kami kumpulkan untuk dijual, dan uangnya untuk donasi sumbangan, kami tidak melihat sedikit atau banyak sumbangan yang diberikan masyarakat, tapi melihat antusias warga ikut mengambil bagian memujudkan wakaf untuk saudara kita di Palestina," ucapnya.

Melihat etos kerja dan semangat timnya, Lindayati sangat terharu atas perjuangan dan kekompakan ketua pemuda dari Gampong dan semua pengurus di kecamatan dengan antusias, begitu pula partisipasi masyarakat untuk menyumbang kepada saudara kita seagama di palestina sangat tinggi.

"Semangat dan kekompakan sangat biasa dengan niat kita untuk menyumbang satu sumur wakaf di palestina terwujud. Penggalangan dana dilakukan di jalan medan Banda Aceh dan ke rumah rumah warga di kecamatan Simpang Mamplam," kata Lindayani.

Ia menyebut harga untuk satu unit sumur bor di negeri Palestina berdasarkan hasil koordinasi oleh dengan ACT dengan nilai Rp117 juta.

"Setelah 5 hari baru terkumpul Rp60 juta, kami tanya ke pihak ACT berapa biaya untuk satu sumur bor, biayanya Rp117 juta, tim tidak patah semangat, untuk menutupi kekurangan turun ke Gampong, waktu gak cukup sekitar 15 juta lagi, pemuda menghubungi saudara atau kenalan di luar daerah maupun yang ada di Malaysia, Alhamdulillah akhirnya terwujud," jelas Linda mengisahkan semangat tim.

Dikatakan dia, donasi yang terkumpul tersebut diterima langsung oleh Ibnu Khaldun Staff Patnership ACT Provinsi Aceh yang didampingi oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Bireuen, Drh Murdani dan 41 Ketua Pemuda Gampong dalam wilayah Simpang Mamplam.

Semoga ke depan, pinta Linda, masyarakat bisa mengambil peran untuk meringankan beban rakyat Palestina, karena Palestina sudah ada di hati rakyat Aceh khususnya.[]

Komentar

  Loading...