Tuntutannya Tidak Dijawab, APPA Kembali Datangi Kantor Gubernur Aceh

Tuntutannya Tidak Dijawab, APPA Kembali Datangi Kantor Gubernur Aceh
A A A

Banda Aceh, acehnews.id -- Massa dari Aliansi Pemuda Aceh (APPA) kembali mendatangi Kantor Gubernur Aceh setelah tuntutan pada aksi sebelumnya belum dijawab Pemerintah Aceh, Senin, 25 Januari 2021.

Awalnya, belasan pemuda dari APPA ditahan oleh sejumlah staf pemerintah Aceh untuk menandatangani dokumen komitmen pelaksanaan Prokes dalam pelaksanaan aksi. Setelah bernegosiasi, massa memutuskan untuk menggelar orasi di depan gerbang utama Kantor Gubernur Aceh.

Korlap aksi Balma Amaldi dalam orasinya menyebutkan, kedatangan APPA saat ini merupakan komitmen yang telah disampaikan pada aksi sebelumnya.

"Kami kembali hari ini untuk menepati janji kami pada aksi sebelumnya, jika tuntutan kami belum direalisasikan kami akan kembali lagi. Kami datang untuk meminta Gubernur dan Sekda menjelaskan hal itu. Hingga hari ini kami belum mendapatkan apa yang kami tuntut," ujar Balma.

Orator berikutnya, Sultan Al-Farabi menyebutkan aksi ini ditunggangi oleh kepentingan rakyat Aceh. Oleh karena itu, sambungnya, apa yang disampaikan oleh APPA merupakan aspirasi masyarakat Aceh yang masih dibawah standar kesejahteraan.

"Aceh sedang tidak baik-baik saja. Kalau Aceh sedang baik-baik saja, tidak mungkin kami ke sini," teriak dia.

Ia juga menyinggung soal kebijakan Gubernur Aceh yang memberikan bantuan hibah kepada 100 Ormas/OKP di Aceh. Menurut Sultan, Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh harus memberikan klarifikasi terkait urgensi bantuan hibah itu. "Hidup rakyat Aceh, hidup mahasiswa," tegas Sultan.

Sementara itu, Aris dalam orasinya menyinggung terkait upah tenaga medis yang belum dibayar. Selain itu, lanjut dia, Pemerintah Aceh harusnya memberikan atensi terhadap masyarakat Aceh yang mayoritas masih miskin. "Upah petugas medis apa sudah dibayar," tegas Aris.

Orator lainnya dalam aspirasinya menyampaikan dua tuntutan. Pertama, Pemerintah Aceh bersama Kepolisian dan Kejaksaan diminta untuk membentuk tim untuk mengawasi penggunaan dana hibah Rp. 9,5 milyar. Yang kedua, sambungnya, pihaknya juga menuntut Pemerintah Aceh untuk mempublikasikan laporan pertanggungjawaban terhadap penggunaan dana hibah kepada 100 ormas/OKP.

"Kami tahu dana itu bersumber dari refocusing Covid-19. Kenapa tidak uang sebanyak itu dibeli vaksin untuk memvaksin masyarakat," teriak dia.

Selain menggelar orasi, APPA juga melakukan aksi teatrikal yang mendeskripsikan tentang pembagian dana hibah kepada Ormas/OKP.
Sebelum mengakhiri aksi, Balma Amaldi kembali menegaskan akan kembali mendatangi kantor gubernur Aceh jika tuntutan APPA tidak dipenuhi.

"Hari ini kami melakukan aksi jilid II. Apabila tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan kembali dengan dengan aksi jilid 3, 4, 5 dan seterusnya. Kami hanya mau mendengar dari Pak Gubernur, bukan dari yang lain," tegas Balma.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pada Kamis, 21 Januari 2021 lalu, APPA menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh untuk mempertanyakan terkait penggunaan dana hibah Rp 9,5 milyar yang disalurkan kepada kepada 100 Ormas/OKP di Aceh.

Dalam aksi minggu lalu itu, APPA menuntut Pemerintah Aceh untuk membentuk tim pengawas yang melibatkan unsur Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengawasi penggunaan dana hibah itu. Tuntutan kedua, APPA juga mendesak Gubernur Aceh untuk mengusut oknum yang bermain dalam pengelolaan dana hibah.[]

Komentar

  Loading...