Tongkang Batubara yang Terdampar di Nagan Raya akan Segera Dipindahkan

Tongkang Batubara yang Terdampar di Nagan Raya akan Segera Dipindahkan
Panglima laot Kabupaten Nagan Raya Zainal Abidin (tengah).
A A A

Suka Makmue, acehnews.id -- Tongkang muatan batubara yang terdampar di pantai Gampong Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya akan segera dipindahkan.

Bangkai Tongkang Sun Lion V yang mengangkut batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 1 dan 2 tersebut terdampar di kawasan Pantai Indah Naga Permai dan telah menumpahkan batubara ke laut sejak 28 juli 2020 lalu.

Kepala Seksi Bongkar muat dan keagenan PT Adhi Guna Putera, Ardi Putera mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapat izin dari kementerian perhubungan untuk mengeksekusi tongkang tersebut, dan surat izinnya berlaku sampai bulan Juli 2021.

"Kita harapkan paling lambat bulan Juli sudah selesai dipindahkan," kata Ardi Putera, di Meulaboh, Selasa 13 April 2021.

Mengenai tumpahan batu bara tersebut pihak perusahaan sudah melakukan uji laboraturium bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nagan Raya, yang dari pihak perusahaan dilakukan pengampilan sampel di tujuh titik oleh PT Surveyor Indonesia terhadap uji sifat fisika, uji analisa kimia dan uji sifat biologi.

Hasilnya kata Ardi masih pada Nilai Ambang Batas (NAB) tidak berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup laut dan masyarakat pesisir sesuai dengan peraturan KEPMEN Menteri Lingkungan Hidup nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut, dan ini bentuk tanggung jawab perusahaan

Lebih lanjut Ardi Putera menjelaskan, pengerjaan perbaikan kapal di laut (salvage) Tongkang Sun Lion V dilakukan dengan cara kapal tongkang dibongkar atau cincang (Stripping) disebabkan tongkang tersebut sudah rusak atau oleng sebagaimana kondisi kapal saat ini yang sebahagian badan sudah tertimbun pasir.

Panglima laot Kabupaten Nagan Raya Zainal Abidin, Selasa 13 April 2021 mengatakan jumlah nelayan yang berada di wilayah adat laot kabupaten nagan raya saat ini hanya sekitar 1500 nelayan di kawasan pesisir Nagan Raya.

Menurutnya, sejak beroperasinya pembangkit listrik tenaga uap PLTU 1 dan 2 milik PLN, nelayan sudah melaut jauh dari zona bongkar muat kebutuhan operasional PLTU.

“Nelayan wilayah kabupaten Nagan Raya melalui Lembaga Adat Laot terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak yang melakukan aktifitas di laut," ucapnya.

Hasil Komunikasi kata Zainal Abidin, tumpahan batubara yang terjadi tersebut bersifat musibah, dan telah meminta pihak perusahaan melakukan langkah tanggung jawab, seperti pemeriksaan sampel air laut.

"Kita mendapatkan infomasi bahwa pemindahan tongkang akan segera di lakukan dalam bulan ini,” katanya.[]

Falevi Kirani Idul Fitri
Iklan BPD Idul Fitri
ESDM Idul Fitri

Komentar

  Loading...