TIM Minta Pemerintah Aceh Tidak Rusak Cagar Budaya di Gampong Pande

TIM Minta Pemerintah Aceh Tidak Rusak Cagar Budaya di Gampong PandeMAPESA
Makam ulama di Gampong Pande
A A A

Jakarta, acehnews.id - Mencermati perkembangan rencana pembangunan tempat pembuangan limbah termasuk tinja pada proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) di kawasan Gampong Pande dan Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, pengurus Taman Iskandar Muda, perkumpulan masyarakat Aceh di Jakarta Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat menyampaikan beberapa pandangan pemikiran.

Pandangan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian warga Aceh di perantauan dan masih terikat secara budaya dan peradaban terhadap Provinsi Aceh.

Kami terikat secara kultural dan memandang perlu peran masyarakat Aceh perantauan untuk kemajuan peradaban Aceh secara keseluruhan.

Berbagai polemik dan wacana tersebut telah berkembang baik melalui WA group dari berbagai perkumpulan masyarakat, kelompok profesi dan lain-lain serta informasi yang berkembang melalui media cetak dan media elektronik mengundang Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) menyampaikan beberapa hal berikut yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Pusat TIM Dr. Ir. Surya Darma, MBA dan Sekretarisnya Yusra Huda pada  Senin (21/9/2020).

  1. Gampong Pande telah diidentifikasi oleh berbagai sejarawan dan arkeolog sebagai Kawasan Cagar Budaya dan Tempat yang Bersejarah di Kota Banda Aceh.
  2. Cagar budaya merupakan kekayaan terbesar bangsa Indonesia dan khususnya Aceh.
  3. Kebesaran sebuah bangsa, akan diukur dari adanya peninggalan sejarahnya, oleh karena itu tempat-tempat  yang memiliki nilai sejarah harus diselamatkan demi untuk keberlangsungan bagi generasi yang akan datang.
  4. Pemerintah melalui Pemerintah Aceh dan khsusunya Pemerintah Kotamadya Banda Aceh harus merasa bertanggung jawab atas sejarah ini, dimana lokasi situs sejarah itu berada.
  5. Hal ini juga penting sejalan dengan upaya Pemerintah Aceh yang sedang giat mempromosikan wisata sejarah dan wisata halal di Aceh dan menjadikan Banda Aceh sebagai salah satu Destinasi Wisata Unggulan di Aceh.
  6. Situs sejarah ini harus dipelihara demi anak cucu kita dalam mengenang para pendahulunya
  7. Cagar budaya bukan hanya perlu dilindungi, dan dilestarikan. Tetapi juga perlu dikelola untuk pengembangan dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional demi kemakmuran rakyat
  8. Apalagi dengan cagar budaya Aceh di Gampong Pande, akan mampu membuktikan bahwa Aceh adalah negeri para muslim pejuang yang tangguh.
  9. Selain itu, sebagai warga negara dan bagian dari Indonesia, kita juga juga berkewajiban untuk melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang cagar budaya tempat yang bersejarah yang harus dilindungi yaitu UU No.11 Tahun 2010.
  10. Dalam perkembangan berbagai kota yang berperadaban, biasanya pembuangan limbah dilakukan pada lokasi yang tidak mengganggu masyarakat sekitar dan tentu saja harus jauh dari lokasi situs sejarah yang harus dilestarikan.
  11. Oleh karena itu, PPTIM meminta Pemko Banda Aceh untuk segera mencari solusi bagaimana cara terbaik untuk mengembalikan citra kota yang bersejarah pada era abad ke 17 dimasa kejayaan Aceh.
  12. PPTIM meminta Pemerintah Aceh untuk segera mencari solusi agar tidak merusak situs sejarah Aceh, termasuk Gampong Pande sebagai kawasan besar tempat bersejarah yang perlu diselamatkan.[]

Komentar

  Loading...