Terkait Tanah Ambles di Gampong Lamkleng, Kadis ESDM Aceh Minta Masyarakat Waspada

Terkait Tanah Ambles di Gampong Lamkleng, Kadis ESDM Aceh Minta Masyarakat WaspadaFoto: Istimewa
Kepada Dinas ESDM Aceh Ir. Mahdinur, MM dan tim yang dibentuknya kembali melakukan pemantauan terhadap perkembangan gerakan tanah di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, pada Jumat 15 Januari 2020.
A A A

Banda Aceh, acehnews.id -- Kepala Dinas ESDM Aceh Ir. Mahdinur, MM dan tim yang dibentuknya kembali melakukan pemantauan terhadap perkembangan gerakan tanah di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, pada Jumat 15 Januari 2020.

Diberitakan sebelumnya, hasil observasi  Ketua Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (MIK USK), Dr Nazli Ismail, pada Rabu 13 Januari 2021 lalu, doktor jebolan Swedia tersebut menyimpulkan bahwa terjadinya tanah bergerak dan rekahan memanjang tersebut disebabkan oleh tanahnya sudah jenuh terhadap air.

Kejadian ini, kata Nazli, erat kaitannya dengan tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh, sehingga menyebabkan tanah labil.

Dilaporkan, hingga hari ke 5 sejak terjadinya gerakan tanah, diketahui  muka tanah terus mengalami penurunan mencapai 1,5 meter.

 “Dibandingkan hasil pengukuran dua hari sebelumnya, penurunan muka tanah masih berkisar 50 – 70 cm. Artinya dalam dua hari telah terjadi penurunan yang cukup signifikan, yaitu lebih dari 1 meter.,” katanya.

Selain itu, dalam blok longsoran banyak muncul rekahan-rekahan baru yang dapat terisi oleh air hujan sehingga semakin berpotensi bergerak lebih cepat.

“Terdapat dua rumah yang berdampak langsung karena berada pada bidang gelincir. Kedua rumah tersebut sudah terlihat adanya retakan pada lantai dan dinding rumah, ini mengindikasikan bahwa pergerakan tanah ini aktif dan sudah berpengaruh terhadap bangunan rumah tersebut,” jelas Mahdi Nur.

Meskipun dua rumah tersebut sudah muncul retakan, namun ada 12 rumah lainnya yang berpotensi terkena dampak karena berada sejajar dengan bidang gelincir.

Menurutnya, masyrakat disekitar lokasi untuk terus waspada, terutama saat hujan dengan intensitas yang tinggi, karena dikhawatirkan blok longsoran tersebut akan lebih cepat bergerak kebawah.

“Kepada masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terhadap hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. Untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sekitar blok longsor, menjaga jarak dari pohon, jaringan listrik dan lain-lain yang dianggap membahayakan,” jelasnya.

Dari hasil penghitungan di lapangan, jika blok longsoran bergerak, dengan dimensi panjang rekahan utama 220 meter, lebar 70 meter dengan slope 30°, maka diperkirakan ada ± 19.000 meter kubik massa tanah akan berpindah ke bawah menutupi badan sungai Kr. Aceh dengan membawa banyak material seperti pohon, bangunan dan lain-lain.[]

acehnews

Komentar

  Loading...