Terkait Pengeroyokan Boing, Ini Klarifikasi Kubu Ceulangik

Terkait Pengeroyokan Boing, Ini Klarifikasi Kubu Ceulangikacehnews.id|Safri
Ketua Yayasan Tgk Munawar didampingi oleh sejumlah pengurus YAP hasil Mubes ke IX
A A A

Bireuen, acehnews.id -- Terkait insiden pengeroyokan terhadap Sufri Daod alias Boing mantan kombatan GAM yang diduga dilakukan oleh sejumlah Pengurus Yayasan Almuslim Peusangan (YAP), yang terjadi pada 25 Februari 2021 di Caffee Ocean.

Hal itu mendapat bantahan dari Ketua Yayasan Tgk. Munawar yang didampingi oleh sejumlah pengurus YAP hasil Mubes ke IX, yang mengatakan bahwa tidak terjadi pengeroyokan, namun yang terjadi hanya pemukulan saja terjadi secara tiba-tiba.

Hal itu disampaikan Tgk Munawar saat melakukan konferensi pers dengan sejumlah wartawan di Warkop Koetaraja, Kecamatan Peusangan, pada Jumat sore, 26 Februari 2020.

Secara tegas ia mengatakan bahwa pemukulan tersebut tidak terkait dengan kisruh Yayasan Almuslim Peusangan.

Berikut Tgk Munawar menceritakan kronologis kejadian tersebut, sebelumnya ia bersama Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar atau Ceulangik serta sejumlah pengurus YAP lainnya berada di Coffee Ocean, duduk minum kopi setelah selesai acara Musrenbang.

"Tiba-tiba Boing menghubungi Maides yang juga berada di Coffee Ocean menanyakan keberadaan Ceulangik, tujuannya ingin berjumpa dengan nada ancaman, "Kalau Ketua DPRK tidak mau berjumpa, akan saya pecahkan kaca mobilnya," cerita Tgk Munawar dan dibenarkan oleh Maides mengulang apa yang dikatakan oleh Boing.

Beberapa saat kemudian, Boing tiba di Coffee Ocean langsung menjumpai Ceulangik dan mempertanyakan statemen dan alasan Ketua DPRK menyinggung dirinya dalam acara Musrembang di Kecamatan Peusangan.

Mendengar pertanyaan itu, Tgk Munawar mempertanyakan kapasitas Boing mengumpulkan tanda tangan para Keuchik di Peusangan Raya agar tidak mengakui kepengurusan hasil Mubes ke IX Kubu Ceulangik.

"Kemudian saya berdiri sembari memukul meja, yang kemudian dari arah belakang datang Rupee, Tgk Anoe dan yang lainnya melayangkan pukulan bertubi terhadap Boing, namun Maides mencoba melerai dengan memegang Boing dan menariknya keluar," lanjut Tgk Munawar

Kemudian Tgk Munawar mengklaim pemukulan tersebut tidak ada sangkut paut dengan kisruh Yayasan Almuslim, namun karena dendam pribadi antara Rupee dan Boing.

"Itu hanya masalah internal pribadi antara Saya dan Boing," sahut Rupee membenarkan pernyataan Tgk Munawar

Sementara itu Ketua DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar atau Ceulangik mengatakan kejadiannya terjadi sangat singkat, ia sempat melihat kejadian tersebut sekilas.

"Kejadiannya begitu singkat, langsung rame rame, saya sempat melihat Boing dibawa keluar oleh Maides dan meja, kursi di Warkop sudah berserakan," kata Ceulangik

Adapun terkait pengancaman Boing yang ingin memecahkan kaca mobilnya, ia tidak akan mengambil sikap melaporkan balik ke pihak kepolisian.

"Tidak akan melaporkan Boing, Saya berharap kejadian ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, harapannya kejadian seperti ini menjadi hikmah di empat Kacamatan pemilik mandat Yayasan Almuslim," lanjut Ceulangik.

Diakui Ceulangik, dia sudah mengenal mempunyai hubungan emosional yang dekat, apalagi berada organisasi yang sama.

"Saya tidak akan mengambil sikap melaporkan balik bang Boing, karena saya kenal dekat, sahabat saya, saya berharap agar ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, semoga ini dapat menjadi hikmah bagi kita," ujar Ceulangik.[]

Komentar

  Loading...