Sawah Tak Teraliri Air Bertahun-tahun, Keuchik di Peusangan Layangkan Protes

Sawah Tak Teraliri Air Bertahun-tahun, Keuchik di Peusangan Layangkan Protes
Ilustrasi sawah kering| Foto: aceh.tribunnews.com
A A A

Bireuen, acehnews.id -- Suplay air ke sawah warga di lima gampong di Kecamatan Peusangan, tidak terairi sudah bertahun-tahun lamanya, akibat tersumbat saluran karena di atasnya ada bangunan.

Persoalan itu pun luput dari perhatian dari pihak terkait di Kabupaten Bireuen, padahal petani sangat merasakan imbas dalam menanam dan merawat padi.

Hal itu mencuat dalam Musrenbang Kecamatan Peusangan, Kamis 25 Februari 2021, di Balai Desa Peusangan. Sebagaimana dusampaikan oleh Abdurrahman Daud, Keuchik Matang Mesjid.

"Sawah di 5 Desa, ada 250 Hektar tak ada air sudah lama, tidak ada yang perduli sama sekali," kata Abdurrahman Daud penuh kekecewaan.

Ia pun melontarkan sikap skeptis, yakni tidak bisa mengandalkan apa-apa lagi kepada anggota legislatif yang dari dapil II Bireuen untuk menyelesaikan persoalan sawah irigasi tanpa air tersebut.

"Untuk apa ada orang anda (dewan), kalau ini tidak bisa diselesaikan," gusar Abdurrahman Daud ketika menimpali Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Muktar berbicara di forum tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen, Fadli Amir ST mengatakan jaringan daerah irigasi Pante Lhong sudah lama dalam kondisi belum ada pemeliharaan.

"Suplay air irigasi, sedimentasi yang tinggi, ketika hujan mengganggu jaringan irigasi, untuk Daerah Irigasi Pante Lhong itu bukan wewenang daerah, tapi ini kewenangan di balai. Tahun 2021 akan ada pemeliharan untuk jaringan D I pante lhong," imbuh Fadli Amir.

Menyangkut irigasi pante lhong, yang tersumbat di daerah pasar Matang Geulumpang II akan dicrosscek pihaknya yang menjadi penyebab dan solusinya

"Nanti kami akan crosscek di mana ada kendala air tidak mengalir dengan lancar. Mau tidak memelihara, menjaga dan membersihkan saluran di bawah bangunan mereka," ujar Fadli Amir.

Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar SSos menyahuti aspirasi dari masyarakat terkait air irigasi, dengan mencari solusi alternatif dengan membangun saluran baru yang lebih dekat, karena saluran irigasi sekarang di atasnya berdiri bangunan dan tersumbat.

"Pembangunan keude di atas saluran apa ada izin? kita coba cari solusi lain dengan membuat jaringan baru, apalagi kata keuchik jalur baru yang lebih dekat untuk mengatasi keluhan petani sawah," kata Rusyidi Mukhtar[]

Komentar

  Loading...