Rektor Unsyiah Serahkan ARC Awards 2020 Untuk 7 Orang Berdedikasi

Rektor Unsyiah Serahkan ARC Awards 2020 Untuk 7 Orang Berdedikasi
A A A

Banda Aceh, acehnews.id -- Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof Dr Ir Samsul Rizal, M Eng, IPU, menyerahkan ARC Awards 2020 kepada 7 orang pengurus ARC yang dinilai memiliki dedikasi tinggi memperjuangkan berbagai inovasi berbasis komoditas unggulan pada Atsiri Research Center (ARC)-PUIPT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala.

Ketujuh penerima ARC Award tersebut adalah Dr Ir Indra MP, Elly Sufriadi, M Si, Prof Dr Rina Sriwati, MSc, Ernawati, MSi, Adinda Gusti Vonna, MSi dan dua orang lainnya yang sudah meninggal dunia, yaitu almarhum Prof Dr Ir Anshar Patria dan almarhumah Dr Betty Mauliya Bustam, SSi, MSc.

Mereka dianggap berprestasi dalam menerapkan keilmuannya untuk berkontribusi bagi pengembangan ARC-PUIPT Nilam Aceh Unsyiah dan juga berbagai inovasi terkait pengembangan industri nilam di Aceh.

Kepala ARC, Dr Syaifullah Muhammad, dalam laporannya menyampaikan bahwa penghargaan kecil ini tidak ada artinya dibandingkan dengan kontribusi yang mereka berikan. Selama 4 tahun lebih mereka mendedikasikan pikiran, tenaga, pengetahuan untuk membantu berbagai program ARC.

"Sebagai pimpinan ARC Unsyiah, saya berharap penghargaan ini bisa memotivasi kawan-kawan pengurus ARC untuk lebih giat lagi bekerja. ARC memang telah banyak capaian yang diraih, tapi kerja kita untuk masyarakat masih belum selesai. Masih banyak yang harus kita lakukan agar komoditas unggulan daerah khususnya atsiri, dapat berdaulat di negeri sendiri, dan memberi nilai tambah untuk masyarakat lokal," jelas Syaifullah. Rabu, 30 Desember 2020

"Dengan status sebagai Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT), ARC fokus sebagai center of exellent yang mengembangkan ilmu pengetahuan dan berbagai prototype produk yang selanjutnya akan dikomersialisasikan oleh Koperasi ARC," lanjut Syaifullah, yang juga merupakan Ketua Umum Aceh Australian Alumni ini.

Sementara itu Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kehadiran ARC Unsyiah yang telah menjalin kemitraan dengan ekportir nasional dan international telah mampu menstabilkan harga minyak nilam di Aceh.

"Dalam tiga tahun terakhir harga minyak nilam relatif stabil dan cenderung meningkat. Kemampuan ARC Unsyiah memproses minyak nilam menjadi Hi-grade Patchouli dan berbagai produk turunan telah menciptakan ekosistem baru yang lebih berkeadilan. ARC Unsyiah mampu memproduksi berbagai produk turunan nilam dan melepasnya ke pasar. Ini merupakan pendekatan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Selama puluhan tahun, hanya minyak nilam mentah yang diekspor. Namun, saat ini Unsyiah telah mempu menciptakan ekosistem baru atau blue ocean utk industri nilam Aceh," kata Samsul.

"Saya berharap, ARC semakit giat bekerja, menciptakan berbagai inovasi agar mampu memberi nilai tambah untuk masyarakat dan mengharumkan nama Universiras Syiah Kuala. Dengan pemberian awards hari ini, para pengurus harus semakin rapatkan barisan, tingkatkan kebersamaan, keberanian, keikhlasan dan profesionalitas serta bersiap untuk masuk ke market global. Kita akan mengajak perusahan-perusahaan eksportir untuk bekerja sama," jelas Samsul.

Acara ARC Awards 2020 juga dihadiri oleh Wakil Rektor 1, Prof Marwan, Wakil Rektor 4, Prof Hizir, Ketua LPPM Prof Taufik Abidin, Sekretaris Senat Unsyiah Prof Marwan, Ketua Pusat Hilirisasi inovasi Unamsyiah Dr M Dirhamsyah dan sejumlah pengurus ARC lainnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang penerima awards Dr Indra menyampaikan bahwa penghargaan ARC Awards yang mereka terima begitu berarti.

"Kami tidak pernah menduga akan menerima penghargaan dari ARC. Selama ini kami bekerja sepenuh hati, dengan sangat serius sebagai sebuah tim, sehingga penghargaan ini merupakan keberhasilan kami bersama. Penghargaan ini akan memberi energi moral bagi kami untuk meningkatkan kinerja yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Yang paling berkesan bagi saya adalah, di ARC tinggi sekali energi positif dalam kita bekerja. Kalau saya pusing dengan banyak persoalan di luar, datang ke ARC akan menjadi sangat bersemangat," jelas Indra, yang juga merupakan Wakil Kepala ARC dan Kaprodi Agribisnis Fakuktas Pertanian Unsyiah.

Wakil Rektor 1 Unsyiah dalam samputannya mengharapkan agar ARC semakin maju dimasa yang akan datang. Pencapaian selama ini harus disyukuri dengan terus meningkatkan kebaikan untuk masyarakat banyak.

Hal senada juga disampaikan oleh WR4 Prof Hizir dan Kepala LPPM Unsyiah Prof Taufik.

"Kerjasama tim ARC dengan pimpinan Unsyiah yang sangat baik selama ini harus dipertahankan. Kebersamaan akan membuat kita lebih kuatvdan cepat dalam mencapai tujuan," jelas Hizir yang baru saja memperoleh capaiannya sebagai Profesor.

"Saya, sebagai Kepala LPPM Unsyiah, menyaksikan secara langsung, bagaimana capaian dan prestasi yang diraih ARC melalui kerjasama tim yang luar biasa. Menjadi pusat riset terbaik di Unsyiah yang konsisten menjalankan roadmap dan masterplan yang telah disusun sebagai Pusat Unggulan Iptek. Ini harus dipertahankan. Dan saya yakin ARC akan mampu melakukannya," ujar Taufik.

ARC Awards 2020 yang diselenggarakan secara off line, berkangsung di Sekretariat ARC dan dihadiri oleh pimpinan Unsyiah dan penerima awards. Pengurus ARC lainnya hadir secara daring melalui zoom

ARC adalah pusat riset atsiri Unsyiah, yang telah bertransformasi menjadi satu-satunya PUIPT Nilam di Indonesia. Dalam 4 tabun kiprahnya, ARC telah melakukan banyak hal untuk pebingkatan inovasi nilam, seperti Roadmap SIDa Nilam, Masterplan Klaster Inovasi Nilam, Roadmap Atsiri Aceh, Masterolan dan DED SIKIM Nilam Aceh Jaya dan beberapa dokumen perencanaan lainnya. Selain itu ARC juga mengembangkan teknologi purifikasi minyak nilam, berbagai produk turunan dan berencana melakukan ekspor parfum nilam ke manca negara pada 2021.[] Rilis

Komentar

  Loading...