Punya 8 juta 'Akiya', Jepang Mulai Bagi-bagi Rumah Tua Tak Berpenghuni

Punya 8 juta 'Akiya', Jepang Mulai Bagi-bagi Rumah Tua Tak BerpenghuniFoto.internet
Ilutastasi pemandangan di Jepang
A A A


Jakarta, acehnews.id -- Rumah tua tak berpenghuni yang dijual dengan harga murah kini bukan hanya bisa dibeli di Italia.

Saat ini, Jepang juga dipenuhi oleh banyak rumah-rumah kosong yang disebut 'akiya'. Diperkirakan ada sekitar 8 juta akiya di Jepang,

Sama seperti di Italia, pejabat Jepang bersedia untuk memberikan beberapa akiya secara gratis dengan harapan dapat merevitalisasi daerah pedesaan di penjuru Negeri Matahari Terbit, seperti yang ditulis oleh Nikkei Asia.

Untuk rumah yang tidak gratis - biasanya masih dalam kondisi lumayan baik, pemerintah daerah di seluruh Jepang memberikan banyak "bonus", seperti; hibah renovasi hingga subsidi pembelian dan perawatan anak untuk keluarga yang pindah.


Dan dalam beberapa kasus, para pejabat mengubah undang-undang zonasi untuk memungkinkan rumah-rumah tua ini diubah menjadi tempat bisnis baru.


Salah satu kota, Okutama, memberikan tiga properti bobrok, salah satunya akan menjadi restoran.

 
Maraknya konsep bekerja jarak jauh selama pandemi virus Corona telah mempromosikan pemasaran akiya.

Salah satu kota di Jepang, Fujikawaguchiko - yang terletak di kaki Gunung Fuji yang ikonis - mengatakan telah melihat lebih banyak keluarga muda mengambil alih akiya, karena konsep bekerja dari jarak jauh semakin mudah dilakukan.

Laman Tokyo Cheapo menggambarkan akiya sebagai rumah yang "tidak ada peminat dan agen properti menyerah untuk mencoba menjualnya."

Banyaknya akiya yang tersebar di sudut Jepang mencerminkan populasi yang menua dan keinginan untuk properti baru di antara pembeli rumah Jepang.

Meski harganya murah, tapi sama seperti rumah €1 di Italia, bahwa perlu renovasi besar-besaran untuk membuat akiya menjadi layak huni.

"Membuat akiya Anda layak huni mungkin memerlukan investasi," tulis Tokyo Cheapo.

Rumah Kosong di Pedesaan Jepang. Yu Watanabe/Getty Images/iStockphoto

Ada juga syarat-syarat lainnya yang perlu diperhatikan, termasuk persyaratan untuk tinggal di suatu tempat untuk jangka waktu tertentu sebelum bisa membeli akiya.

Dan ada pajak yang tidak didasarkan pada harga murah yang dibayarkan untuk properti tersebut, tetapi perkiraan pemerintah Jepang atas nilai sebenarnya dari properti tersebut.

Mengutip Travel and Leisure, akiya berjumlah sekitar 13 persen dari stok perumahan Jepang, menurut data pemerintah Jepang.

Angka itu diperkirakan akan meledak dalam beberapa dekade mendatang karena populasi Jepang terus menurun.[]

Sumber:CNN

Komentar

  Loading...