Petugas Gabungan Gelar Operasi Pekat di Bireuen

Petugas Gabungan Gelar Operasi Pekat di Bireuen
A A A

Bireuen, acehnews.id -- Petugas gabungan yang melibatkan Satpol PP-WH Kabupaten Bireuen bersama Polisi Militer (POM) dan Polisi menggelar operasi rutin penyakit masyarakat (pekat), Kamis malam 29 April 2021.

Operasi yang dilancarkan tersebut bertepatan dengan malam ke 17 Ramadhan 1442 Hijriah, yang bertujuan untuk mencegah tindakan yang menodai khidmatnya ibadah pada bulan suci dan menindak pelaku melanggar Syari'at Islam sebagaimana yang diatur dalam Qanun Aceh 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Pantauan media ini, operasi dilakukan sejak pukul 22.00 sampai pukul 00.00 WIB, yang dimulai dengan patroli dari jalan hanggar square kemudian menuju ke jalan elak di Geudong Geudong Kecamatan Kota Juang tembus ke Gampong Sagoe Kecamatan Peusangan.

Kemudian petugas merazia hotel dan memeriksa buku tamu penginapan untuk mencari pasangan non muhrim yang menginap, namun pada operasi kali ini tidak temukan alias nihil kasus. Berdasarkan penuturan dari resepsionis di penginapan, umumnya yang menginap adalah keluarga, pria dan sales.

Pun demikian, operasi pekat akan kembali dilakukan pada, seperti menjelang hari raya Idul Fitri dan setelah bulan Ramadhan, apabila ada yang kedapatan akan ditindak sesuai Qanun Aceh. Operasi Pekat tersebut berdasarkan perintah langsung dari Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH M.Si.

"Ini operasi rutin, akan kembali digelar minggu depan, dekat hari lebaran dan setelah bulan Ramadhan, hasil hari ini nihil," kata Danton WH Bireuen, Usman Kelana kepada awak media.

Kepada resepsionis pun turut diberikan sosialisasi bahwa tidak dibenarkan menerima penginap pasangan suami istri tanpa bisa membuktikan surat nikah yang dikeluarkan oleh negara. Meski ada pasangan dengan surat nikah siri juga tidak diperbolehkan menerima.

"Tadi tim gabungan juga memberikan sosialisasi kepada manajemen hotel untuk tidak menerima pasangan yang menginap tanpa buku nikah, harus dokumen otentik dari negara, yang dikeluarkan kemenag ada lambang burung Garuda, tidak boleh selembar surat kertas HVS," tegas Usman.

Falevi Kirani Idul Fitri
Iklan BPD Idul Fitri
ESDM Idul Fitri

Komentar

  Loading...