Pertama Kali, Saudi Angkat 3 Perempuan Jadi Atase Budaya

Pertama Kali, Saudi Angkat 3 Perempuan Jadi Atase Budaya
Dr. Amal Fatani, Dr. Yousra Al-Jazairi dan and Dr. Fahdah Al-Sheikh.
A A A

Jakatra, acehnews.id  – Pemerintah Arab Saudi terus bebenah diri menjadi pemerintah yang progresif.

Selama ini Saudi terkenal sebagai negara yang konservatif dan tak mengizinkan perempuan tampil ke muka publik.

Banyak keputusan pemerintah Saudi yang terbilang progresif dalam hal menyetarakan posisi perempuan di wilayah Saudi.

Setelah mengizinkan perempuan menyetir mobil sendiri, nonton bioskop, dan menonton sepak bola di stadion, kini dalam urusan karir pemerintah Saudi juga membuka ruang agar perempuan bisa tampil dalam karir pemerintahan. 

Salah satu yang terbaru adalah menunjuk tiga perempuan menjadi atase budaya. Penunjukkan itu dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dr. Hamad Al-Sheikh.

Tiga perempuan ini ditunjuk berbarengan dengan penunjukan atase budaya yang lain. Atase budaya yang ditunjuk di Teluk, Arab dan negara-negara sahabat adalah sebagai berikut: Dr. Amal Fatani (Inggris), Dr. Fahdah Al-Sheikh (Irlandia), Dr. Ahmed Al-Fareih (Mesir), Dr. Issa Al- Romaih (Yordania), Dr. Saad Al-Shabana (Kuwait) dan Dr. Yousra Al-Jazairi (atase budaya akting di Maroko).

Untuk pertama kalinya perempuan ditunjuk untuk memegang posisi penting dan vital ini. Sebab atase budaya memiliki  peran penting dalam membangun hubungan, mengoordinasikan upaya, dan memperkuat kemitraan budaya dan peradaban di antara negara-negara.

Keputusan Menteri Pendidikan Dr. Hamad Al-Sheikh bertujuan untuk meningkatkan kehadiran pendidikan dan budaya Kerajaan Saudi di tingkat internasional, mengaktifkan bidang kerja sama bersama, bertukar pengalaman ilmiah dan penelitian, dan mengoordinasikan beasiswa bagi siswa untuk belajar di Kerajaan.

Selain itu, juga untuk mengawasi siswa yang mendapat beasiswa di luar negeri dan memfasilitasi perjalanan pendidikan mereka dan menginvestasikan kemampuan mereka untuk melayani negara dan berpartisipasi dalam pengembangan di masa depan.

Mengangkat perempuan Saudi untuk bekerja sebagai atase budaya adalah inisiatif utama untuk lebih meningkatkan pemberdayaan perempuan.

Langkah ini mencerminkan ketajaman kepemimpinan Saudi untuk memungkinkan perempuan Saudi untuk melayani negara mereka di semua bidang dan memperkuat kepercayaan akan pentingnya peran mereka yang terhormat untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan negara.[]

Sumber:sahijab

Komentar

  Loading...