Penganguran di Aceh Capai 169 Ribu Orang, COVID Jadi Penyebab

Penganguran di Aceh Capai 169 Ribu Orang, COVID Jadi Penyebab
ILUSTRASI - Warga mengunjungi Job Fair 2018 yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh di gedung Amel Convention Hall, Banda Aceh, Aceh, Senin (10/9). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
A A A

Banda Aceh, acehnews.id- Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyebutkan jumlah angka pengangguran di daerah itu mencapai 169 ribu orang hingga Februari 2021.

Kepala BPS Aceh Ihsanurijal di Banda Aceh, Rabu mengatakan dari 169 ribu orang tersebut 6,8 ribu orang diantaranya hilang pekerjaan karena terdampak COVID, bukan angkatan kerja (BAK) karena COVID sebanyak 2,9 ribu orang, sementara tidak bekerja karena COVID sebanyak 4,7 ribu orang dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID sebanyak 154 ribu orang.

“Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Februari 2021 sebesar 6,30 persen, turun 0,29 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020,” katanya.

Ada pun  jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 sebanyak 2.549 ribu orang, naik 22 ribu orang dibandingkan dengan Agustus 2020, yang juga sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,04 persen poin.

Sedangkan penduduk yang bekerja sebanyak 2.388 ribu orang, meningkat 28 ribu orang dari Agustus 2020.

Kemudian untuk lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan dengan persentase terbesar yakni sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 2,13 persen poin.

Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor industri pengolahan sebesar 1,75 persen poin.

Selain itu, pada Februari 2021 tercatat sebanyak 1.394 ribu orang atau 58,35 persen masyarakat bekerja pada kegiatan informal mengalami penurunan sebesar 1,53 persen poin dibanding Agustus 2020.

Menurut dia pada Februari 2021, TPT dari tamatan SMK masih paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya sebagai penyumbang pengangguran sebesar 9,41 persen. Sedangkan TPT yang paling rendah merupakan mereka dengan pendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah sebesar 3,51 persen.[]

Sumber:Antara

Komentar

  Loading...