Pengamat Politik Aceh: Bisa Saja Posisi Wagub Irwandi Yusuf yang Tentukan

Pengamat Politik Aceh: Bisa Saja Posisi Wagub Irwandi Yusuf yang Tentukan
Pembantu Dekan I Fisipol Universitas Syahkuala sekaligus Pengamat Politik Aceh Efendi Hasan
A A A

Banda Aceh, acehnews.id  -- Pembantu Dekan I Fisipol Universitas Syahkuala sekaligus Pengamat Politik Aceh Efendi Hasan, menyatakan meskipun PNA merupakan partai pengerak utama dalam pemenangan pasangan Irwandi-Nova pada Pilkasa 2017 lalu, seluruh partai pengusung diharapkan dapat duduk bersama membahas figur yang diajukan menjadi pendamping Nova Iriansyah sebagai Wakil Gubernur Aceh.

Menurutnya, seluruh partai pengusung dapat segara melakukan mufakat yang melibatkan Irwandi Yusuf, untuk memutuskan siapa yang akan diusung untuk Wagub.

Efendi Hasan menilai hal itu lebih bijaksana dan dapat menghindari ego partai yang telah mengusung calon masing-masing, padahal waktu semakin sempit.

 "Menurut saya antar partai pengusung harus duduk bersama. Kalau memang diberikan hak preogratif kepada PNA sebagai partai pengusung utama silahkan. Tapi ini kembali lagi kepada PNA. Kalau gak salah saya, hari ini PNA dikembalikan ke Bang Wandi (Irwandi Yusuf-red) kan. Jadi saya pikir ini terserah Bang Wandi," ujar mantan aktifis angkatan '98 itu.

Menurut pengamatannya, selaku Gubernur Aceh yang telah dilantik, Nova Iriansyah masih melakukan komunikasi dengan Irwandi Yusuf terkait bursa Cawagub ini.

"Walaupun di media kita lihat ada miskomunikasi, namun menurut saya komunikasi mereka berlanjut. Jadi terserah bang Wandi ketika hak preogratif itu dikembalikan kepadanya, terserah dia mau pilih yang mana," ucap dia.

Dia melanjutkan idealnya partai pengusung harus mengusulkan kader yang ada di internalnya. Tapi, sambungnya, ketika tidak ada kader yang dianggap mumpuni terserah kepada partai pengusung.

"Yang penting bisa sinkron dengan gubernur definitif. Itu yang paling penting. Jangan nanti setelah diangkat menjadi Wagub terjadi konflik lagi," imbuh Effendi.

Saat didesak siapa figur internal PNA yang ideal, Efendi Hasan memilih tidak menjawab.

"Saya tidak bisa menyebutkan itu. Saya pikir banyak tokoh di PNA. Terserah partai pengusung lah," tegasnya.

Ketika disinggung mengenai nama Darwati A Gani, dia menyebutkan sah-sah saja sosok Darwati diusulkan sepanjang hal tersebut relevan menurut PNA.

"Tapi saya dengar Bang Wandi kurang sepakat karena terkait beberapa hal teknis," ujarnya.[]

Komentar

  Loading...