Pemimpin Hamas Minta Presiden Jokowi Mobilisasi Dukungan Dunia untuk Palestina

Pemimpin Hamas Minta Presiden Jokowi Mobilisasi Dukungan Dunia untuk Palestina
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh saat memberikan pidato di Kota Gaza 23 Januari 2018. [REUTERS / Mohammed Salem]
A A A

Jakarta, acehnews.id --Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Selasa kemarin mengirim surat kepada Presiden RI Joko Widodo, meminta Indonesia untuk memobilisasi dukungan internasional melawan agresi Israel di Indonesia, menurut laporan kantor berita Anadolu.

"Kami meminta Anda untuk segera bertindak dan memobilisasi dukungan Arab, Islam dan internasional, dan untuk mengambil sikap yang jelas dan tegas untuk menekan pendudukan Israel agar segera menghentikan agresi dan terornya di Jalur Gaza yang terkepung," kata Haniyeh dalam suratnya, dikutip dari Anadolu, 20 Mei 2021.

Haniyeh juga meminta Presiden Jokowi untuk menekan Israel atas pelanggaran terhadap Yerusalem dan warganya, termasuk permukiman ilegal, pengusiran warga Palestina di Sheikh Jarrah, dan menganggu Masjid Al Aqsa.

Belum ada komentar dari kantor Kepresidenan RI perihal surat dari pemimpin Hamas tersebut.

Dalam pernyataan bersama dengan Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Presiden Joko Widodo mengutuk keras tindakan Israel terhadap Palestina.

Ketiga negara juga mengecam keras pelanggaran hukum internasional yang jelas-jelas dilakukan oleh Israel, dan mendesak tindakan kolektif untuk meminta pertanggungjawaban terhadap pelanggaran tersebut.

Saat ini Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan delegasi RI untuk PBB tengah memperjuangkan gencatan senjata Israel dan Palestina di rapat Dewan Keamanan PBB di New York.

Seorang pria Palestina berjalan di dalam reruntuhan bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel, di Kota Gaza 17 Mei 2021. REUTERS/Mohammed Salem

Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Febrian Alphyanto, menegaskan Indonesia mendesak adanya penghentian kekerasan atau gencatan senjata, bukan hanya temporer, tetapi permanen.

Langkah diplomatik menuju gencatan senjata dalam konflik Israel-Palestina semakin meningkat pada Kamis setelah Presiden AS Joe Biden menyerukan de-eskalasi, tetapi Israel terus membombardir Gaza dan tembakan roket Hamas dilanjutkan setelah jeda.

Seorang pejabat senior di kelompok militan Hamas memperkirakan gencatan senjata dalam beberapa hari, Reuters melaporkan. Seorang menteri Israel mengatakan Israel akan menghentikan serangannya hanya jika telah mencapai tujuannya.

Israel terus melakukan serangan udara di Gaza yang dikuasai Hamas, dengan mengatakan pihaknya ingin menghalangi kelompok Islam dari konfrontasi di masa depan setelah konflik saat ini berhenti.

Sejak pertempuran dimulai pada 10 Mei, pejabat kesehatan di Gaza mengatakan 228 warga Palestina telah tewas dalam pemboman udara yang memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan.

Otoritas Israel menyebutkan korban tewas Israel hingga saat ini mencapai 12 orang, di mana serangan roket berulang kali telah menyebabkan kepanikan dan membuat orang bergegas ke tempat penampungan.

Joe Biden pada hari Rabu mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk de-eskalasi. Sumber keamanan Mesir mengatakan kedua belah pihak telah menyetujui gencatan senjata tetapi perlu membahas rincian lebih lanjut.

Seorang pejabat politik Hamas, Moussa Abu Marzouk, mengatakan dia yakin upaya untuk mencapai gencatan senjata akan berhasil.[]

Sumber:TEMPO.CO

Komentar

  Loading...