PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika, Iwan Fals: Keren Nih, Alhamdulillah

Nitizen sebut Aceh bisa jadi sentra penelitian

PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika, Iwan Fals: Keren Nih, Alhamdulillah
Ilustrasi
A A A

Bahkan menurutnya, Provinsi Aceh dapat menjadi sentra bagi penelitian tersebut.

Jakarta, acehnews.id --  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi memutuskan menghapus ganja dari daftar narkotika baru-baru ini. Artinya, ganja telah disetujui untuk keperluan medis dan tidak lagi dianggap sebagai zat berbahaya.

Keputusan menghapus ganja dari daftar obat-obatan berbahaya itu diambil dari hasil voting yang dilakukan PBB dari 53 negara anggota.

Hasilnya, ada 27 negara yang menyetujui ganja digunakan untuk keperluan medis.

Meski begitu, penggunaan ganja harus tunduk pada aturan yang berlaku. Dengan dihapuskannya ganja dari daftar narkotika, penelitian dan pengembangan terkait ganja akan lebih mudah dilakukan.

"Ganja dan resin ganja harus diatur pada tingkat pengendalian yang akan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh penggunaan ganja, dan pada saat yang sama tidak akan bertindak sebagai penghalang untuk mengakses dan untuk penelitian dan pengembangan persiapan terkait ganja untuk penggunaan medis," demikian pernyataan WHO, seperti dikutip dari Reuters.

Terkait dengan pencabutan ganja dari narkoba berbahaya oleh PBB ini, penyanyi Iwan Fals memberikan komentarnya. Dalam akun Twitter-nya, yang mencuit sebuah artikel tentang perizinan ganja untuk obat medis, Iwan fals mengatakan bahwa keputusan ini keren.

Bahkan, dalam cuitannya, Iwan menuliskan kata Alhamdulillah merepon keputusan PBB ini.

"Wah keren nih, Alhamdulillah," cuit Iwan di Twitter.

Sontak saja, cuitan Iwan ini langsun mendapatkan respon dari warganet. Ada warganet yang ikutan mengucap syukur terkait izin ganja ini. Ada pula warganet yang mengingatkan bahwa konsumsi ganja tak boleh berlebihan.

"Alhamdulillah sepemikiran,ganja emang ada gunanya, utamanya medis," sambung @bikinbarusop.

"Namun tetap waspada karena ganja dikonsumsi berlebihan dampaknya pada ketagihan dan candu," tulis @fritsdimu.

Nitizen lain @domingguso menyebut keputusan PBB tersebut sebagai keputusan Politik yang bersejarah.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah membuat keputusan politik bersejarah dengan mengeluarkan ganja dari golongan narkotika paling berbahaya dan mengijinkan penggunaannya bagi kebutuhan medis,” kata dia dalam cuitanya diakun twitter @domingguso.

Menurutnya, Negara Republik Indonesia harus menyikapi hal ini secara bijaksana dengan membuka kesempatan penelitian yang seluas-luasnya atas manfaat positif tanaman ganja di Indonesia.

Bahkan kata dia, Provinsi Aceh dapat menjadi sentra bagi penelitian tersebut.

“Seluruh perangkat hukum yang masih menghambat rencana kerja penelitian patut ditinjau kembali. Menurut sejumlah penelitian, ganja telah dimanfaatkan secara positif oleh sebagian masyarakat Indonesia sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun, sebelum akhirnya dilarang oleh pemerintah Kolonial Belanda tahun 1927 dan dilanjutkan pemerintah Indonesia era Orde Baru," katanya.

"Ada potensi yang sangat besar yang terbuang akibat  pelarangan tersebut, baik dari segi ekonomi, budaya, maupun kemanusiaan,” katanya lagi. []

Sumber:indozone

Komentar

  Loading...