Nova Dukung Hasan Gayo Jadi Pahlawan Nasional

Nova Dukung Hasan Gayo Jadi Pahlawan Nasional
A A A

Jakarta, acehtoday - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah mendukung sepenuhnya Haji Muhammad Hasan Gayo untuk mendapatkan predikat Pahlawan nasional. Hasan Gayo berjuang merebut aset dan manajemen perusahaan Kereta Api di Jakarta dari pasukan Jepang dan sebagai motor bangkitnya perlawanan pemuda melawan agresi kedua Belanda di Indonesia. Demikian kata Nova dalam acara bedah buku Haji Muhammad Hasan Gayo di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Minggu, (15/3/2020).

Nova mengatakan, bumi Aceh merupakan tanahnya para pejuang. Karena, kalau didata secara terperinci, mungkin ada ribuan pemuda Aceh yang layak mendapat penghargaan sebagai pejuang.

"Mereka adalah orang-orang yang rela mengorbankan nyawanya bagi tegaknya martabat. Namun untuk bias mendapatkan pengakuan negara atas perjuangan seseorang itu, tentu butuh penelitian dan kajian mendalam," kata Plt Gubernur Aceh dalam sambutan bedah buku.

Menurutnnya, salah satu kelemahan selama ini adalah kurang dokumentasi yang lengkap tentang perjuangan para pejuang tersebut. Sehingga pengakuan untuk mereka tidak bias diberikan dengan serta merta.

"Dari sekian banyak pejuang bangsa dari Aceh, hanya sedikit yang gerakannya terdokumentasi dengan lengkap. Bahkan ada pejuang Aceh yang sudah berjuang ratusan tahun lalu melawan penjajah Belanda, baru mendapat pengakuan sekarang ini," ujar Nova.

Nova mencontohkan Pahlawan Nasional Malahayati, Laksamana perempuan pertama Indonesia pemimpin pasukan Inong Balee. Kepahlawanan Malahayati baru mendapat pengakuan Pemerintah Indonesia pada November 2017.

"Berkat perjuangannya itu, gerakan mempertahankan asset bangsa bergelora di seluruh Indonesia, sehingga seluruh stasiun kereta api di Pulau Jawa berhasil direbut," sebutnya.

Buku "Keterlibatan Haji Muhammad Hasan Gayo, Pejuang Nasional Dataran Tinggi Gayo dalam Gerakan Kemerdekaan Indonesia (1923-1993)' ditulis oleh Muhammad Daud Gayo, mantan staf pribadi Menteri Luar Negeri Adam Malik, yang mengetahui kisah perjuangan Haji Muhammad Hasan Gayo. Buku ini dibedah oleh Prof. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin dan Prof. Dr. Ismail Arianto.

Hadir dalam bedah buku ini mewakili Menteri Sosial Sekretaris Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Kementrian Sosial RI Drs. Bambang Sugeng, MM, Ketua Taman Iskandar Muda (TIM) Muda Surya Darma, Ketua Umum Musara Gayo Akhyar Gayo, bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dan lain-lain. Kegiatan setengah hari ini diadakan oleh PP TIM dan Musara Gayo serta dilanjutkan pengukuhan pengurus Musara Gayo periode 2019-2022 oleh Plt Gubernur Aceh.

Komentar

  Loading...