Masyarakat Aceh Jangan Panik, Angkutan Umum Masih Bisa Beroperasi Sesuai Zona Ditetapkan

Masyarakat Aceh Jangan Panik, Angkutan Umum Masih Bisa Beroperasi Sesuai Zona Ditetapkan
Ilustrasi
A A A

Banda Aceh, acehnews.id--- Pemerintah Aceh mengizinkan pergerakan masyarakat antar Kabupaten/Kota dalam wilayah aglomerasi. Selain itu angkutan perintis ke kepulauan juga tidak dilarang untuk beroperasi seperti biasa.

Sebelumnya masyarakat Aceh cemas dan banyak yang mengeluh atas kebijakan Pemerintah, yang memberlakukan penyekatan angkutan umum di setiap perbatasan Kabupaten Kota dalam penanggulangan pencegahan Covid-19 jelang hari raya idul fitri 1442 H.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Deddy Lesmana, mengatakan ada enam zona atau wilayah aglomerasi di Aceh yang masih diperbolehkan dilayani oleh angkutan umum.

“Untuk perjalanan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi dan perjalanan kapal penumpang serta kapal motor penyeberangan tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasi) tes RT PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan namun akan dilakukan test acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten/Kota se Aceh dalam Provinsi Aceh,” kata Deddy, Sabtu 8 mei 2021 mengutip Surat Edaran Gubernur tertanggal 5 Mei tersebut.

Menurut Dedy enam zona yang telah ditetapkan yaitu Zona Pusat meliputi Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar dan Pidie. Untuk  Zona Utara adalah Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Kemudian zona Timur yaitu Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang. Zona Tenggara meliputi Gayo Lues, Aceh Tenggara, Subulussalam dan Singkil. Selanjutnya adalah Zona Selatan yaitu Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, & Simeulue, Zona Barat meliputi Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Jaya.

Namun meski demikian pergerakan orang di wilayah yang diperbolehkan itu wajib mengikuti protokol kesehatan. Untuk lokasi pemeriksaan terhadap pengendalian transportasi selama masa peniadaan mudik dilakukan selama 24 jam dengan pengaturan regu berdasarkan keputusan ketua satuan tugas Covid 19 pada wilayah aglomerasi Aceh.[]

Komentar

  Loading...