Massa GERAM, Ancam Duduki Kantor Gubernur Aceh

Massa GERAM, Ancam Duduki Kantor Gubernur Aceh
Massa Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GERAM) kembali mendatangi kantor gubernur Aceh untuk menjumpai Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kamis, 10 September 2020.
A A A

Banda Aceh, acehnews.id -- Untuk yang kedua kalinya, setelah aksi pertama yang dilakukan pada tanggal 3 September 2020 lalu, puluhan massa Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GERAM) kembali mendatangi kantor gubernur Aceh untuk menjumpai Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kamis, 10 September 2020, siang tadi.

Dalam aksi kali ini, GERAM menyampaikan aspirasi mengenai buruknya kinerja Pemerintah Aceh dibawah kendali Nova.

Dalam orasinya, Korlap aksi Fakrurrazi menyampaikan pihaknya mencatat Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Nova Iriansyah telah melakukan 30 dosa yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan rakyat Aceh.

"Apa yang kami lakukan hari ini, bukan kepentingan kami semata, namun ini adalah aspirasi seluruh rakyat Aceh yang harus didengarkan oleh Pemerintah Aceh," teriak Fakrurrazi.

 Massa Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GERAM) kembali mendatangi kantor gubernur Aceh untuk menjumpai Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kamis, 10 September 2020.

Sementara itu, orator yang lain, Heri menambahkan kinerja Pemerintah Aceh yang sangat buruk telah membuat pembangunan di Aceh menjadi sangat terpuruk. Keadaan ini, sambung dia, diperparah oleh penyebaran covid-19 yang kian tak terkendali.

"Aceh hari ini tidak sedang aman aman saja. Pemimpin asyik dengan kelompoknya saja. Aceh hari telah salah urus oleh pemimpin pemimpinnya," ujar Heri.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya meminta Nova Iriansyah untuk turun menjumpai massa dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh GERAM.

Tidak lama berselang, beberapa perwakilan Pemerintah Aceh seperti Asisten I Jafar, SH, M.Hum, Jubir Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani atau SAG, dan beberapa kepala SKPA lainnya hadir menemui massa.

Kepada peserta aksi, Jafar menjelaskan bahwa Plt Gubernur Aceh sedang menjalankan tugas kedinasan di Jakarta.

"Bapak gubernur sedang berdinas di jakarta sejak beberapa hari yang lalu," terang Jafar.

Mendapat jawaban demikian, tidak serta merta membuat massa percaya. Penanggung jawab aksi, Syakya Meirizal menyebutkan jika pun Nova Iriansyah di Jakarta, pihaknya meminta perwakilan Pemerintah Aceh yang hadir untuk menghubungi Nova via telpon saat itu juga.

"Jika kami tidak bisa menjumpai Plt Gubernur saat ini, telpon beliau sekarang juga. Kami ingin membuktikan, apakah beliau ada di Jakarta atau tidak," pinta Syakya.

Keadaan bertambah panas saat massa memaksakan diri untuk masuk. Tidak berhasil masuk melalui pintu lobi depan, massa menerobos kebagian belakang gedung untuk masuk pintu belakang. Namun, upaya ini tidak membuahkan hasil, karena aparat keamanan yang telah bersiap siaga sebelumnya sigap menghadang.

"Negara macam apa ini. Kami hanya ingin memastikan apakah Plt Gubernur atau tidak. Masak rakyat seperti kami tidak diperbolehkan menjumpai pimpinan kami?", ujar Andi, peserta aksi lainnya.

Hingga berita ini dilaporkan, massa aksi masih menduduki lobi kantor Gubernur Aceh.

"Kami tidak akan pulang sebelum menjumpai Nova. Kami akan tidur disini," ujar Fakhrurrazi kepada acehnews.id.[imd]

Komentar

  Loading...