Mantan Jurkam Irwandi-Nova Minta Gubernur Aceh Evaluasi Kinerja SKPA

Mantan Jurkam Irwandi-Nova Minta Gubernur Aceh Evaluasi Kinerja SKPA
Mantan Jurkam Irwandi-Nova, Aidil Fitria alias Abu Khaidir Pasee
A A A

“Gubernur tidak perlu takut dan jangan terpedaya dengan ucapan Sekda Aceh selama ini, dulu mungkin bisa Gubernur ragu dalam mengambil kebijakan dikarenakan statusnya masih Plt, tapi sekarang sudah ada kewenangan penuh di tangan Gubernur Aceh, selama ini penganti Eselon III dan IV beberapa hari lalu dimainkan peran oleh Sekda,” tegasnya.

Banda Aceh, acehnews,id – Mantan Jurkam Irwandi-Nova, Aidil Fitria alias Abu Khaidir Pasee meminta Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, untuk segera melakukan evaluasi kinerja sejumlah penjabat Eselon II, menurutnya kinerja SKPA selama ini masih lemah.

“Kita lihat sekarang ini ada beberapa Jabatan Eselon II yang masih menjabat Plt antara lain Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Biro Pembangunan, Staf Ahli Gubernur Aceh, posisi yang telah lama ditinggalkan oleh Dr Mahyuzar, yang telah dilantik di Kementerian bahkan ada beberapa dinas yang posisi masih kosong,”kata Jurkam Irwandi-Nova, Abu Khaidir, Minggu 22 November 2020 di Banda Aceh.

Selain itu, Abu Khaidir juga menilai mutasi pejabat eselon II dan III hendaknya melihat dari kompetensi pegawai.

"Pengalaman dan kinerja jangan asal-asalan dalam penempatan yang berakibat lemahnya kinerja SKPA, dan itu berefek pada lemahnya kinerja Pemerintah Aceh, kan Gubernur itu sendiri yang rugi. Menurut saya, selaku tim pengenangan Irwandi-Nova yang selalu akan mengawal jalannya proses pembangunan merasa perlu memperingatkan pemerintah dalam hal penempatan pejabat yang kompeten sesuai bidang keahlian agar pembagunan berjalan dengan baik," katanya dalam rilis yang diterima media ini.

Menurutnya, selama kepimpinan Nova Iriansyah, kinerja kepala SKPA masih sangat lemah dan segera mendesak Gubernur Aceh harus berani mengambil kebijakan untuk mengantikannya.

“Saat terakhir inilah, Gubernur Aceh harus bertindak tegas demi per­baikan kinerja Pemerintah Aceh secara keseluruhan sebagaimana visi misi Gubernur Aceh, untuk menuju Aceh Hebat yang lebih baik, yang ujung-ujung memberikan nilai po­sitif kepada masya­rakat,” pinta Juru Kampaye Jokowi itu.

LEmahnya kinerja Kepala SKPA yang dipimpin Gubernur Aceh tersebut menurutnya terlihat dari rendahnya serapan realisasi anggaran 2020 ini baik dengan sumber APBA keuangan 58% dengan fisik 64% priode 19 Nov dan APBN diantaranya alokasi dana DAK Pendidikan realisasi masih dibawah 05% sesuai perkembangan laporan SIMDAK per 10 November 2020.

Menurutnya, menggingat sisa masa jabatan Gubernur Aceh, Nova Iryansyah periode 2020-2022, adalah masa-masa di mana SKPA memberikan pelayanan yang lebih baik dan mampu berinovasi.

“Gubernur tidak perlu takut dan jangan terpedaya dengan ucapan Sekda Aceh selama ini, dulu mungkin bisa Gubernur ragu dalam mengambil kebijakan dikarenakan statusnya masih Plt, tapi sekarang sudah ada kewenangan penuh di tangan Gubernur Aceh, selama ini penganti Eselon III dan IV beberapa hari lalu dimainkan peran oleh Sekda,” tegasnya.

Karena itu Kahidir merminta Gubernur Aceh untuk segera melakukan penyegaran untuk SKPA yang kinerjanya lemah. Alasanya, agar masyarakat dapat merasakan apa yang telah diprogramkan Gubernur Aceh terkiat Pembangunan, Pendidikan, Ekonomi dan SDM dapat dirasakan masyarakat Aceh.

“Kami harap juga Gubernur Nova Iryansyah, selesai pembahasan anggaran APBA 2021 dengan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ,untuk bisa lebih cepat memproses pergantian ini, apa lagi selama ini kita tahu dengan kondisi Covid-19 yang melanda Rakyat Aceh dampaknya sangat dirasakan menurunnya ekonomi masyarakat,” harapnya.[]

Komentar

  Loading...