Komisi II DPRA Targetkan Raqan Perlindungan Petani Selesai Akhir Bulan Ini

Komisi II DPRA Targetkan Raqan Perlindungan Petani Selesai Akhir Bulan IniFoto: lintasnasional.com
Ketua Komisi II DPRA Irfannusir
A A A

Banda Aceh, acehnews- Komisi II DPRA menargetkan Raqan Perlindungan Petani yang sedang dibahas saat ini akan selesai selambat-lambatnya akhir bulan November 2020.

"Harus selesai bulan ini, selambat-lambatnya tanggal 28 November ini harus sudah selesai,” kata Ketua Komisi II DPRA Irfannusir kepada Acehnews, Rabu, 11 November 2020.

Menurutnya Komisi II DPR Aceh telah menagendakan konsul terakhir ke Kementan pada Kamis 12 November 2020 esok,

“Kemudian sambil kita melihat perkembangan peraturan petani ini di Jawa Barat. Rencananya begitu, tapi ini normatif ya untuk ke Jawa Barat, karena kita sudah final. Sebagai perbandingan saja," katanya lagi.

Dalam penjelasannya, Irfan menyebutkan dalam pembahasan Raqan Perlindungan Petani ini pihaknya telah mendapat banyak masukan dan saran dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang telah dilakukan bulan bulan lalu.

Dalam RDPU itu, sambungnya, pihaknya telah mengundang berbagai elemen masyarakat seperti akademisi, komunitas kaum petani, lembaga mahasiswa, LSM, dan unsur lainnya.

"Ada banyak hal yang kami dapat saat itu, terutama tentang lahan dan hak cipta petani. Artinya begini, paling tidak pemerintah menyediakan lahan untuk petani yang bisa dikontrakkan, ada batas waktunya dan diatur dalam qanun,".

Selain itu, Irfanusir memastikan dalam Qanun Perlindungan Petani akan memastikan adanya aturan hak cipta bagi petani di Aceh.

"Kemudian soal hak cipta petani. Selama ini kan ada hak cipta petani yang tidak kita atur dalam UU, sehingga ketika ada hak cipta petani yang diambil, orang tersebut dapat melakukan klaim bahwa itu hak cipta miliknya," beber politisi PAN ini.

Selain kedua hal diatas, lanjutnya, dalam RDPU itu juga dibicarakan tentang asuransi syariah untuk petani dalam Raqan tersebut.

"Banyak sekali masukan yang disampaikan stakeholder. Saya kira semuanya bermanfaat," kata Irfan.

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya belum menemukan kendala yang signifikan dalam pembahasan Raqan yang mensejahterakan petani itu.

"Sejauh yang telah kita filterisasi Raqan ini belum menemui kendala, semuanya memang masuk. Mungkin dulu belum ada wadah untuk dimasukkan. Qanun petani ini kan sudah dari dua tahun yang lalu digodok oleh eksekutif, tapi kan belum dibahas ya. Baru periode ini rencananya kita tuntaskan," tutup Irfan mengakhiri keterangannya.[]

Komentar

  Loading...