Kelelahan Olahraga, Wanita Singapura Nyaris Gagal Ginjal

Kelelahan Olahraga, Wanita Singapura Nyaris Gagal Ginjal
ilustrasi ( istockphoto./Morsa Images)
A A A

Jakarta, acehnews.id -- Mengayuh sepeda bisa jadi olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan. Namun berhati-hatilah. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik.

Atrina Lau, seorang wanita penggemar olahraga spinning (sepeda statis) mengungkapkan dirinya dirawat di rumah sakit dan berisiko mengalami gagal ginjal, sampai nyaris kehilangan nyawanya.

"Saya hampir kehilangan nyawa saya setelah mengendarai sepeda statis," ucap. pnya melalui status media sosial, dikutip dari AsiaOne.

Melalui akun media sosialnya, dia juga memperingatkan bahaya rhabdomyolysis yang dideritanya gegara bersepeda terlalu lelah. Rhabdomyolysis adalah kerusakan otot akibat kelelahan yang dapat mengancam nyawa.

Spinning - kelas bersepeda dalam ruangan dengan sepeda statis - sedang populer dalam beberapa tahun terakhir dengan musik bertempo tinggi, suasana seperti dugem dengan peserta yang antusias. Tapi seseorang bisa memaksakan diri dan memaksakan diri terlalu keras dan terlalu bersemangat mengayuh pedalnya.

Setelah kelasnya pada tanggal 7 Maret, Lau merasa "kakinya lemas seperti jeli" dan tidak bisa berjalan.

Awalnya, dia mengira itu hanya nyeri otot biasa karena tak berolahraga dalam waktu lama. Namun hari-hari berikutnya sangat menyiksa karena dia tak bisa jongkok ataupun duduk.

Lalu setelah diamati seksama, hal ini juga berpengaruh pada kondisi dalam tubuhnya. Urinenya berubah menjadi gelap. Dia sadar kondisinya lebih serius daripada sekadar nyeri otot.

Pada pukul 11 malam tanggal 11 Maret, Lau dilarikan ke klinik dan dirujuk ke bagian gawat darurat Rumah Sakit Umum Singapura.

Beberapa jam kemudian, tes darah dan urine menunjukkan dia menderita rhabdomyolysis dan perlu dirawat di rumah sakit - kerusakan ototnya parah dan dia berisiko mengalami gagal ginjal.

Dia pun dirawat di rumah sakit selama empat hari dan harus diinfus. Dia dianjurkan untuk minum banyak air untuk rehidrasi dan membuang racun di tubuhnya.

"Rhabdomyolysis bisa terjadi pada siapa saja yang melakukan olahraga berat, terutama pemula, dan tidak hanya di kelas spinning," ucapnya.

Melalui artikel dari dokter di Mount Elizabeth Hospital's Health Plus menyarankan agar Anda mengetahui batasan dengan berolahraga dan berhenti begitu Anda merasa terlalu lelah.

Ia menambahkan bahwa dengan rejimen olahraga apa pun, mulailah dengan lambat, berhenti ketika tubuh menganggapnya terlalu lelah dan tetap terhidrasi.[]

Sumber:CNN Indonesia

Komentar

  Loading...