Kasak Kusuk Cawagub Aceh, Begini Tanggapan Irwandi Yusuf

Kasak Kusuk Cawagub Aceh, Begini Tanggapan Irwandi YusufFoto: Facebook Irwandi Yusuf
Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bersama Mualem di Pesawat Pribadi, sekitar tahun 2017. Facebook Irwandi Yusuf
A A A

Banda Aceh, acehnews.id -- Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang juga sekaligus petinggi Partai Nanggroe Aceh (PNA) menyebutkan beberapa nama yang muncul di internal partai PNA untuk mendampingi Nova Iriansyah sebagai Wakil Gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022 masih samar-samar alias belum pasti.

Menurutnya, usulan figur yang datang bahkan lebih banyak dari luar partai pengusung.

"Bahkan ada yang belum pernah saya dengar selama ini. Justru yang lebih deras usulan dari luar partai pengusung," terang Irwandi Yusuf saat diminta tanggapannya mengenai nama-nama calon yang di usung oleh PNA.

Penjelasan pria yang akrab disapa Tengku Agam ini diperoleh melalui konfirmasi yang disampaikan istri keduanya, Steffy Burase, Minggu, 22 November 2020 malam.

Lebih lanjut Irwandi mengatakan menyetujui dengan tawaran Sekjen PNA, Mizwar Fuadi, agar pengisian kursi Wagub diserahkan kebijakannya pada Gubernur Aceh.

"Iya, setuju dengan saudara Sekjen. Apabila Cawagub lebih dari 2 orang, maka partai pengusung memilih 2 orang untuk diserahkan kepada gubernur. Gubernur kemudian meneruskannya ke DPRA untuk dipilih 1 dari 2 orang. Meunan sang (begitu sepertinya-red)," terang mantan propangandis GAM ini.

Namun, sambung dia, mekanisme yang ditawarkan Sekjen PNA itu juga memiliki kelemahan.

"Timbul pertanyaan, bagaimana kalau gubernur mempeti-eskan usulan tersebut yaitu tidak meneruskannya ke DPRA dalam batas waktu pencalonan dan pengusulan cawagub yang terbatas itu? Maka asinlah barang itu. Alhasil, tidak ada wagub," jelas Bang Wandi

"Tapi saya pikir seorang Nova, tidaklah punya pikiran yang tidak fair sepertu itu," sambung dia lagi.

Terkait dengan calon yang diusung dari luar, dan didukung oleh partai pengusung, baginya hal tersebut tidak masalah. Yang penting, kata dia, memiliki kapasitas dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

"Boleh, yang penting mampu dan bermutu," ujarnya singkat sekaligus menutup keterangannya.

Seperti yang telah diwartakan media ini sebelumnya, Sekjen PNA Miswar Fuady menyarankan pengisian kursi wakil gubernur yang sedang kosong saat ini sebaiknya langsung ditentukan oleh kebijakan Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Menurutnya, hanya gubernur yang mengerti dengan siapa dirinya nyaman bekerja.

"Saya secara pribadi dan beberapa teman-teman internal di PNA telah berbicara, sebaiknya perwakilan partai pengusung menghadap gubernur. Minta saja dua nama kepada Pak Nova yang kira-kira nyaman menjadi wakilnya. Kemudian, kita berkomitmen untuk menandatangani apa yang menjadi keputusan Gubernur," ungkap Mizwar saat dihubungi Acehnews Jumat, 20 November 2020 siang melalui sambungan langsung.

Dalam keterangannya, Mizwar juga menyebutkan beberapa nama yang akan diusung sebagai Cawagub Aceh dari PNA, seperti Irwansyah (Muksalmina), Samsul Bahri (Tiyong), Darwati A Gani, Abrar Muda, dan Muhammad MTA.

"Kelima nama ini diserahkan saja ke gubernur. Kalau ada yang dipilih silahkan, kalau tidak ada ya kita pun harus ikhlas. Meskipun kita saring di internal nanti, kemudian berkelompok-kelompok kita, belum tentu itu diterima oleh gubernur," terang Mizwar.[]

Komentar

  Loading...