Kamala Harris Akan Perbaiki Hubungan dengan Palestina Jika Menang Pilpres AS

Kamala Harris Akan Perbaiki Hubungan dengan Palestina Jika Menang Pilpres AS
Mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden bersama Kamala Harris merayakan atas diri mereka yang terpilih sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat pada malam ke-4 dan terakhir dari Konvensi Nasional Demokrat 2020, di Milwaukee, Wisconsin, AS, 20 Agustus 2020. REUTERS/Kevin Lamarque
A A A

Jakarta, acehnews.id  - Calon wakil presiden Joe Biden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, mengatakan akan memulihkan bantuan untuk Palestina dan mengusulkan perdamaian melalui solusi dua negara jika menang pilpres AS selama wawancara via email dengan The Arab American News Sabtu pekan kemarin.

Kamala Harris mengatakan bahwa pemerintahan Joe Biden akan segera mengambil langkah-langkah untuk memulihkan bantuan ekonomi dan kemanusiaan kepada Palestina, berupaya mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza, membuka kembali konsulat AS di Yerusalem timur, serta membuka kembali perwakilan PLO di Washington, dikutip dari The Jerusalem Post, 7 November 2020.

Dalam wawancara surat kabar mingguan dwibahasa yang berlokasi di Detroit itu, Harris juga mengatakan bahwa Joe Biden dan dirinya bahwa Palestina dan Israel bisa menikmati kebebasan, keamanan, kemakmuran, dan demokrasi bersama.

"Kami berkomitmen untuk solusi dua negara, dan kami akan menentang setiap langkah sepihak yang merusak tujuan itu. Kami juga akan menentang aneksasi dan perluasan pemukiman," katanya

Pernyataan Kamala Harris mengisyaratkan pembalikan kebijakan era Donald Trump, yang membuat AS berpihak pada pemerintah anti-Palestina dan perdana menteri sayap kanan Israel Benjamin Netanyahu.

Dikutip dari Middle East Monitor, Kamala Harris juga mengomentari larangan Muslim yang sangat kontroversial oleh Trump. "Diskriminasi dan fanatisme tidak akan mendapat tempat dalam pemerintahan Biden-Harris.

Pada hari pertama kami menjabat, Joe dan saya akan membatalkan larangan perjalanan Muslim non-Amerika dan larangan pengungsi dan menjadikan Amerika, sekali lagi, sebagai tujuan bagi imigran dan pengungsi, termasuk dengan menaikkan batas penerimaan pengungsi."

Pernyataan dari Harris datang ketika terjadi perubahan progresif antara hubungan Israel dan negara-negara Arab di bawah pemerintahan Trump.

Awal bulan ini, Israel dan Sudan secara resmi setuju untuk menormalisasi hubungan, menyusul normalisasi hubungan antara Israel dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain pada bulan September yang dikecam oleh Palestina.[]

Sumber:TEMPO

Komentar

  Loading...