Harga Komoditi Terus Merosot,  Bupati Gayo Lues dimintah Perhatikan Petani

Harga Komoditi Terus Merosot,  Bupati Gayo Lues dimintah Perhatikan Petani
Suasana di Pasar Centong di Gayo Lues yang sepi pembeli.
A A A

Blangkejeren, acehnews.id --   Akibat wabah Covid-19 yang belum mereda, membuat daya beli masyarakat di daerah semakin menurun. Disejumlah pasar di Gayo Lues, harga komiditi seperti cabe dan kemiri terus mengalami penurunan.

Koordinator Forum Parlemen Jalanan (F Paral) Gayo Lues, Zakaria memintah agar Bupati Gayo Lues Muhammad Amru segera mengambil Langkah mengatasi ekonomi masyarakat.

Zakaria berharap agar pemerintah tidak hanya fokus pada pencegahan Covid 19, namun menurutnya, yang harus segera dibentuk adalah Tim yang fokus menangani dampak Covid-19.

“Saya yakin bila Tim Gugus Tugas fokus di lapangan kita bisa terhindar dari Zona merah, tetapi saya yakin dampak ekonomi akan lebih para dari Virus Corona di banding daerah lain. Untuk itu saya berharap Bupati memiliki TIM khusus dalam penangan Dampak eknomi akibat Virus corona,” jelasnya pada Senin 27 April 2020.

Selain itu menurutnya, sector lain yang pelu di genjot pemerintah Gayo adalah sector pertanian dengan membantu bibit, Pupuk dan Kebutuhan Lainya kepada para petani.

“Semua yang diberikan harus dibina dan dipantau. TIM dan Dinas pertanian  harus  memastikan agar bantuan yang diberikan ini bisa berhasil, proses ini bukan saja berdampak dengan ekonomi masyarakat tetapi juga bisa memutus rantai penyebaran virus corona.” Tambah Zakaria yang juga Sekretaris Partai Nanggroe Aceh (PNA) Gayo Lues itu.

Warga Blangkejeren lainya, Abdul Kudus SP,  berharap Bupati bisa memberikan BLT kepada warga yang  terdampak dari Covid-19. Menurut Abdul, masyarakat yang kurang mampu  seperti  tukang becak, sopir, dan pelaku usaha yang tidak berjalan usahanya menjadi prioritas utama. 

“Banyak para petani pedagang dan pekerja lainya yang mengeluh usahanya tidak berjalan dampak dari Virus Corona, jangankan untuk modal untuk makan saja mereka kesulitan,  begitu juga dengan para sopir yang saat ini sepi penumpang,” kata Abdul.

Menurutnya, masyarakat di Blangkejen tidak mudah terpapar Covid-19 karena mereka sibuk  di kebun dan sawah.

“Ini juga sangat berpotensi mengangkat keterpurukan ekonomi, kemungkinan ini juga sangat efektik untuk mencegah timbulnya  data-data baru kemiskinan. Kita minta  Pemerintah jangan hanya  memberikan bantuan namun harus bisa mencarikan solusi untuk menampung hasil-hasil produksi pertanian dalam mengatasi kebutuhan sehari-hari mereka. Bila tim in sudah terbentuk di harap bisa segera merealisasikan,” kata  Abduh.[]


Komentar

  Loading...