Even Budaya Pentas Aceh Milenial 2021 Berlangsung Meriah

Even Budaya Pentas Aceh Milenial 2021 Berlangsung Meriahacehnews.id
Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani, M Bus
A A A

Banda Aceh, acehnews id -- Even budaya pentas Aceh milenial 2021 berlangsung meriah meski melalui aturan ketat protokol kesehatan (Prokes). Even Seni Budaya yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
(Disbudpar) Aceh sejak Sabtu 13 Februari 2021 resmi ditutup Minggu malam, 14 Februari 2021.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani, M Bus mewakili Kepala Dinas Budpar Aceh Jamaluddin, SE, M Si, Ak pada malam penutupan menyampaikan, event ini digelar dalam rangka menghibur sekaligus memperkenalkan kekayaan dan pesona budaya Aceh kepada dunia luar.

"Meskipun arus modernisasi tidak mampu dibendung, namun generasi muda di Aceh harus mengetahui bahwa bumi Serambi Mekah ini memiliki kekayaan dan pesona budaya yang tak ternilai harganya yang harus dipertahankan, dijaga dan dirawat dengan baik," kata Rahmadhani, Minggu, 14 Februari 2021.

Dia berharap acara tersebut bukan hanya dijadikan sebagai ajang seremoni dan hiburan semata, namun dapat dijadikan sebagai nilai edukasi bagi generasi muda Aceh.

"Sehingga identitas Aceh dan kebanggaan sebagai turunan bangsa Aceh dapat terus dipertahankan oleh generasi muda kita," kata Rahmadhani.

Sementara Kasi Atraksi Disbudpar Aceh, Eliati, M Pd saat ditemui usai acara menyebutkan kegiatan tersebut merupakan even budaya perdana yang digelar pihaknya pada tahun ini.
"Alhamdulillah, acara berlangsung sukses meskipun di bawah kontrol ketat penerapan protokol kesehatan," ujar Eliati.

Terkait dengan penerapan Prokes, Eliati menegaskan hal tersebut merupakan prioritas utama yang sangat diperhatikan pihaknya. "Penerapan Prokes adalah penekanan utama dari pimpinan yang harus dilaksanakan. Kita ingin berkontribusi sebagai upaya pencegahan untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19," tegasnya.

Perhelatan even seni dan budaya yang digelar awal tahun 2021 tampak sangat berbeda dari pagelaran tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah petugas panitia yang bertugas bersama Satgas penerapan disiplin Prokes dari Pemko Banda Aceh dibantu kepolisian dari satuan Polsek Baiturrahman saling bekerjasama memberi himbauan kepada pengunjung agar mematuhi aturan protokol kesehatan.

Sistematika arus pengunjung yang masuk juga diatur sedemikian rupa. Informasi yang diperoleh, masyarakat yang datang pun dibatasi hanya 100 orang yang diperbolehkan masuk ke dalam gedung pertunjukan.

"Pengunjung yang datang dibekali dengan badge tamu undangan. Itupun kita beri spasi waktu agar tamu yang masuk tidak terlalu dekat sehingga tidak menciptakan kerumunan. Kalau tidak ada badge, tidak diperbolehkan masuk," jelas Ayi, petugas yang berjaga dipintu masuk utama.

"Bagi pengunjung yang tidak bisa menyaksikan langsung, kita juga menyediakan ruangan live streaming. Selain itu juga dapat ditonton melalui kanal resmi youtube Disbudpar Aceh," tambah Ayi.

Salah seorang warga yang datang, Fahrul, saat diwawancarai mengaku tidak keberatan dengan aturan Prokes ketat yang diberlakukan oleh panitia. Ia menyebutkan pada beberapa pintu yang dilalui, ada petugas yang stanby menyemprot handsanitizer ke tangannya.

"Gak masalah bang, karena situasinya menuntut seperti ini, dan ini pun demi kepentingan bersama. Yang penting kami mendapat hiburan dan edukasi dari event budaya seperti ini," ujar Fahrul yang datang bersama rekan sejawatnya (**).

Komentar

  Loading...