Efek Virus Corona Mutasi Bikin Harga Koin Dinar Ambrol

Efek Virus Corona Mutasi Bikin Harga Koin Dinar Ambrol
Foto: Koin Dinar (REUTERS/Nir Elias)
A A A

Jakarta, acehnews.id - Harga koin emas dinar produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. turun pada perdagangan Selasa (22/12/2020), setelah menguat di awal pekan kemarin. Harga emas dunia yang kemarin melemah membuat harga koin dinar ikut menurun.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, koin 1 dinar dengan kemurnian 99,99 gram hari ini turun 0,64% ke Rp 3.961.000, setelah menguat 0,6% kemarin.

Kemudian koin 1 dinar dengan kemurnian 91,7% juga turun 0,64% ke ke 3.644.253. Koin 1 dinar memiliki berat 4,25 gram.


Sementara, koin dirham yang berbahan dasar perak yang stagnan dalam 2 hari perdagangan hari ini naik 0,64% ke Rp 93.783. Koin 1 dirham ini memiliki berat 2,975 gram.

PT Antam menjual koin dinar dengan kemurnian 91,7% mulai dari pecahan 1/4 dinar hingga 4 dinar, sementara kemurnian 99,99% mulai pecahan 1/4 dinar hingga 2 dinar. Selain itu PT Antam juga menjual koin dirham yang berbahan dasar perak dengan kemurnian 99,95% pecahan 1 dan 2 dirham.

Koin dinar dan dirham dapat digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi atau simpanan, serta menjadi mahar.

Melansir data Refinitiv, emas sempat melesat 1,37% ke US$ 1.906,46/troy ons kemarin. Tetapi tidak lama setelah mencapai level tersebut logam mulia ini jeblok ke US$ 1.856,29/troy ons, merosot 1,3% dibandingkan penutupan perdangan pekan lalu. Tetapi jika dilihat dari level tertinggi yang dicapai hari ini, emas jeblok 2,6%.

Di penutupan perdagangan, emas dunia melemah 0,21% ke US$ 1.876,21/troy ons.

Penguatan emas ke atas US$ 1.900/troy ons dipicu oleh tercapainya kesepakatan stimulus fiskal jilid II di AS, dan akan segera cair. Stimulus fiskal, serta stimulus moneter merupakan "bahan bakar" emas untuk menguat.

Para pemimpinan Mayoritas dan Minoritas di House of Representatif (DPR) serta Senat AS sudah mencapai kesepakatan stimulus senilai US$ 900 miliar. Stimulus fiskal tersebut menjadi yang terbesar kedua yang pernah digelontorkan AS setelah US$ 2 triliun yang disebut CARES Act pada bulan Maret lalu.

Tetapi, emas akhirnya jeblok setelah adanya virus corona varian baru di Inggris. Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengumumkan temuan varian baru virus corona bernama VUI 202012/01 atau dalam klaster pohon filogenetiknya (pohon kekerabatan berdasarkan data genetik) disebut sebagai varian B.1.1.7.

Varian baru virus Covid-19 tersebut dikabarkan memiliki 70% peluang penularan lebih tinggi ketimbang strain awalnya. Akibatnya, banyak negara menutup perbatasannya dengan Inggris.

Inggris dan beberapa negara Eropa juga melakukan pengetatan pembatasan sosial guna meredam penyebaran virus corona.

Pengetatan pembatasan sosial di berbagai negara tersebut membuat dolar AS yang menyandang status mata uang safe haven kembali diburu pelaku pasar. Hal ini membuat emas dunia ambrol, seperti pada bulan Maret lalu, ketika virus corona ditetapkan sebagai pandemi.

Alhasil, koin emas dinar ikut terseret penurunan emas dunia.[]

Sumber:CNBC

Komentar

  Loading...