Diduga Selewengkan Dana Desa Rp 231 Juta, Kajari Bireuen Tahan Keuchik

Diduga Selewengkan Dana Desa Rp 231 Juta, Kajari Bireuen Tahan Keuchik
A A A

Bireuen, acehnews.id -- Tim Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menetapkan satu orang tersangka berinisial ES yang merupakan mantan Keuchik Gampong Paya Lipah, Kecamatan Peusangan yang diduga melakukan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun 2017 dan 2018, Rabu 2 Juni 2021.

Adapun dugaan penyalahgunaan keuangan negara tersebut terjadi dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja gampong (APBG) Paya lipah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Tahun 2017 dan 2018.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik pada Kejaksaan Negeri Bireuen langsung melakukan penahanan terhadap tersangka untuk 20 hari ke depan di Lapas Bireuen dan apabila masih dibutuhkan maka akan dilakukan perpanjangan penahanan.

Informasi yang diperoleh Acehnews.id menyebutkan, oknum keuchik periode 2014-2019 itu, ditengarai menggelapkan DD melalui beberapa kegiatan fisik di Gampong Paya Lipah selama dua tahun. Berdasarkan penyidikan tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bireuen, serta didukung hasil audit inspektorat ditemukan adanya kerugian keuangan negara sebesar Rp 231.860.500 (dua ratus tiga puluh satu juta delapan ratus enam puluh ribu lima ratus rupiah)

Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Mangantar Siregar, SH saat menggelar press realese di aula Kejari menyebutkan bahwa ES diduga tersandung kasus korupsi APBG Paya Lipah TA 2017-2018.

Perkara rasuah itu, kata Mangantar, bermula dari laporan warga ke kejaksaan, tim penyidik mendalami kasus tersebut, serta dibantu oleh Inspektorat Kabupaten Bireuen yang telah melakukan audit.

“Berdasarkan keterangan dan dokumen yang kami peroleh selama proses penyelidikan dan penyidikan, ES patut diduga telah melakukan tindak pidana korupsi serta penyalahgunaan APBG Paya Lipah. Maka hari ini ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan,” jelas Mangantar Siregar.

Mangantar Siregar menuturkan, awalnya masalah ini sudah diupayakan penyelesaian oleh Inspektorat, namun karena tersangka ES tidak memiliki i’tikat baik, maka penyidik melanjutkan kasus itu sesuai proses hukum yang berlaku.

Disebutkannya, tak tertutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam perkara tersebut, karena tim penyidik masih terus melakukan penyidikan secara intens.

Dia mengharapkan, seluruh keuchik agar mengelola DD sebaik-baiknya dan mengevaluasi anggaran, agar tidak tersandung persoalan hukum. Pihaknya, akan tetap fokus untuk mengawasi DD agar dipergunakan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

“Teman-teman keuchik, kami harap dapat mengevaluasi dana desa, jika tidak kami yang akan mengevaluasinya,” tegas Mangantar.

Kasi Intelijen Kajari Bireuen Fri Wisdom SH kepada awak media menyebutkan tersangka ES dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang Undang tentang Tindak Pidana Korupsi. Ia pun menyebut tidak tertutup kemungkinan terjadi penambahan tersangka pada kasus dugaan penyelewengan DD tersebut dalam perkembangan penyidikan.

"Tidak menutup kemungkinan terjadi penambahan tersangka lain sesuai dengan perkembangan penyidikan bahwa berdasarkan hasil perhitungan tim sementara adapun total kerugian negara dalam perkara ini adalah sebesar Rp 231.860.500," sebutnya.[]

Komentar

  Loading...