Di JFK Airport USA Terdengar “Hana Peu-peu, Santae Mantong, Awaknyan Tengoh Preh Info dari Washington”

Di JFK Airport USA Terdengar “Hana Peu-peu, Santae Mantong, Awaknyan Tengoh Preh Info dari Washington”
Hamdani dan Kak Ros
A A A

Acehnews.id, Jakarta - Ini pengalaman pengusaha Aceh di Jawa Hamdani Bantasyam yang tahunnya  sudah lupa, Hamdani landing di JFK New York Airport Amerika. Berikut ini pengalamannya tertahan di bandara NY dan bertemu dengan warga Aceh karyawati perusahaan pesawat Singapura. Kisah ini dikutip dari FB pada Senin (24/8/2020).

Seperti sebelumnya jika ke Amerika, dirinya kembali di "tahan" selama lebih kurang 2 jam di imigrasi.

Saya tidak tahu jelas kenapa ditahan karena tidak boleh bertanya ke petugas, atau kalau pun bertanya tidak dijawab, tapi menurut perkiraan karena nama di paspor hanya 1 kata, hanya Hamdani, tidak ada family name.

Dan seperti biasa juga, duduk saja di ruangan khusus, bersama dengan beberapa orang lainnya yang mungkin punya masalah masing-masing sehingga di "kurung" di sini.

Setelah sekitar 1.5 jam duduk tanpa ditanya apapun, masuklah seorang wanita, awalnya saya pikir wanita ini petugas imigrasi & melihat warna kulit serta perawakannya mungkin dari Meksiko atau negara latin.

Saya hanya melihat dia berbicara dgn petugas imigrasi yang membawa paspor saya, saya tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan tapi mereka terlihat sambil bicara beberapa kali menunjuk-tunjuk ke arah saya.

Saya pikir ini bisa tambah masalah kayaknya. Saya hanya melihat terdiam, mereka terus berbicara dan wanita itu juga terlihat meminta paspor saya ke petugas dan dia membolak balik paspor saya, sambil sesekali lama melihat, saya pikir apa ada masalah ya, bisa-bisa nginap di imigrasi New York atau dipulangkan, padahal mau ke Miami.

Beberapa saat, tiba-tiba wanita tadi berjalan ke arah saya, dan berkata :  Mr Hamdani?, sambil berdiri saya menjawab tegas Yes I am, dia terlihat tersenyum dan bilang

"Hana peu peu, santae mantong, awaknyan tengoh preh info dari washington, sekitar 30 minet tek ka bereh"...

Sungguh saya sangat terkejut, surprise karena wanita tadi berbicara dalam bahasa Aceh, bahasa daerah saya dengan sangat lancar & meklok kata orang Aceh, sebelumnya tidak ada satu pun yang cerita ke saya ada orang Aceh yang bekerja di JFK Airport.

Setelahnya semua berjalan lancar, dan saya berkenalan lebih akrab, namanya Kak Ros, staf bagian bagasi Singapore Airline, Kak Ros asal lhokNga Aceh dan sudah lama bermukim di New York, tentu orang-orang Aceh di Amerika atau pernah tinggal di sana kenal dengan Kak Ros.
Sudah lama tidak mendengar kabar Kak Ros, semoga kakak sehat2 selalu di masa pandemi ini, Aamiin YRA

Komentar

  Loading...