Dari Qanun LKS Aceh Hingga Merger Bank Syariah

Dari Qanun LKS Aceh Hingga Merger Bank Syariah
A A A

Oleh : Rahmat Lidayani, SE

Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim adalah sebuah rutinitas dalam menjalankan hidup dapat berpedoman kepada Al-Quran dan Sunnah Nabi serta ketentuan lainnya dalam Islam yang disebut Syariah. Sebuah kewajiban juga tak terlepas dari muslim agar dapat menjalankan ketetapan atau aturan dari Allah SWT dan RasulNya dalam menjalankan hidup salah satunya dalam beribadah dan bermuammalah.

Dalam kehidupan bermasayarakat dan berorganisasi sesama manusia, kegiatan pada sektor perbankan dan keuangan merupakan sebuah kegiatan yg tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Namun demikan, walau berkaitan dengan perbankan saja, disini manusia juga harus sadar akan dosa-dosa yg akan muncul dalam kegiatan tersebut dan juga senantiasa untuk melakukan kebaikan sehingga menjadi sebuah kaharusan dan bisa melekat atau mandarah daging dalam setiap pribadi bahwa suatu dosa adalah salah dan kebaikan adalah benar. Setiap pribadi juga harus bisa menjadikan ajaran Islam sebagai suatu sistem hidup (way of life). Muslim harus dapat menjalankan apa yg telah diperintahkan dan apa yang menjadi larangan oleh Allah SWT sehingga tidak akan mengobok-obokkan aturan yg telah diatur secara sistematis dalam Islam.

Salah satu bagian penting dalam Islam adalah ibadah dan muammalah. Ibadah merupakah sebuah perbuatan dimana manusia taat kepada Allah SWT dan senantiasa menjalakan perintah-Nya dan menajuhi larangannnya. Muammalah adalah hubungan antar manusia untuk saling membantu agar terciptanya masyarakat yang harmonis. Muamalah adalah sebuah kegiatan yang mengatur untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari seperti jual beli, sewa menyewa, utang piutang dan lain sebagainya. Disana manusia dapat menjalankan kewajiban dan akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya kelak di akhirat. Dalam bermuammalah adanya konsep mencari keuntungan dan falah bukan hanya berorientasi kepada keuntungan saja. Kesadarah bahwa akan adanya hari pembalasan ini setidaknya jadi bumerang kepada setiap insan untuk senantiasa sadar bahwa setiap yang telah diperbuatkan akan dipertanggungjawabkan kelak di hari akhir.

Berkaitan dengan muammalah, dalam muammalah juga terdapat istilah perbankan, perbankan adalah salah satu sektor penting dalam kehidupan, perbankan yang menggunakan sistim konvesnional masih menerapkan sistim bunga. Padahal, bunga bank kerap dihukumi sebagai riba dan menurut para ulama di berbagai negeri Islam umumnya berpendapat bahwa bunga haram.

Seiring dengan perkembangan di Indonesia, khususnya provinsi Aceh, saat ini Aceh telah menerapkan qanun LKS nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Dengan adanya qanun tersebut, saat ini Aceh harus diduduki oleh perbankan dan Lembaga keuangan yang syariah saja dan perbankan konvensional harus meninggalkan Aceh dalam waktu yg telah di ditetapkan. Langkah yang dilakukan ini merupakan kegiatan nyata dalam menghapuskan praktik riba pada daerah yang mayoritas beragama muslim.

Keseriusan Aceh langsung dihampiri dengan keseriusan pemerintah Republik Indonesia, pada tanggal 01 Februari menjadi tanggal sejarah penting untuk perbankan syariah di Indonesia. Seiring dengan penerapan qanun Aceh tentang LKS, mentri BUMN bapak Erick Thohir memutuskan untuk menggabungkan 3 bank syariah terbesar di Indonesia menjadi 1 bank besar yang disebut “Bank Syariah Indonesia” yang diharapkan akan menjadi top 10 bank didunia. Dengan adanya bank syariah terbesar ini diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin kuat.

Hadirnya Bank Syariah terbesar ini diharapkan dapat berkancah di domestik dan global secara universal atau terbuka kepada seluruh penduduk baik lokal maupun dari berbagai penjuru negeri. Hadirnya bank syariah terbesar saat ini adalah bukti nyata bagaimana pemerintah serius dalam memajukan perbankan syariah di negeri ini. Aceh juga merupakan daerah yang sangat serius dalam memutus rantai penyebaran praktik riba dalam sistim perbankan menjadi jalan lurus dengan hadirnya bank syariah terbesar di Indonesia.

Dengan adanya sebuah gerakan ini, penulis berharap bahwa tidak hanya regulator atau pejabat negara saja yang harus semangat dalam memajukan perbankan syariah, semua elemen harus dapat bersinergi bahu membahu dalam memajukan perbankan syariah untuk Indonesia yang mana diketahui bahwa saat ini semua negara sedang berada pada ekonomi yang sedang bencana akibat pandemic COVID 19 termasuk Indonesia. Seluruh elemen dapat bekerjasama dalam menyongsong cita cita Indonesia untuk menjadi pelopor keuangan syariah yang berkiprah di kancah internasional.

Adanya langkah pelaksanaan qanun LKS di Aceh hingga merger bank syariah terbesar di Indonesia setidaknya menjadi salahsatu indikator bahwa saat ini perbankan syariah di Indonesia sedang mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Hal ini juga untuk mendorong peran ekonomi syariah sebagai suatu acuan pertumuhan ekonomi baru di Indonesia. Perkembangan sektor keuangan syariah harus sebanding dengan kebutuhan penguatan sektor rill, terutama bagi industri yang halal serta usaha – usaha lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah.

Dengan adanya inisiatif dan gebrakan ini, kita berharap bahwa ekosistem ekonomi syariah akan terbentuk dengan baik dan sistematis dan tumbuh berkelanjutan sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. Dengan menerapkan sistim perbankan syariah selain dapat terhindar dari riba juga insyaallah akan bernilai baik disisi Allah SWT. Bersatu Untuk Indonesia.

Penulis adalah ex Senator FEBI 2019 UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan ex KAHIMA Ekonomi Syariah 2018 UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Komentar

  Loading...