Bahan Baku Dominan dari Cina, Industri Dalam Negeri Terancam

Bahan Baku Dominan dari Cina, Industri Dalam Negeri Terancam
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang memberikan keterangannya seusai rapat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana
A A A

Jakarta, acehnews.id - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan industri dalam negeri tengah menghadapi ancaman kelangkaan bahan baku setelah sejumlah pabrik di Cina tidak berproduksi. Ia mengakui, selama ini pasokan bahan baku didominasi oleh pengiriman dari Negeri Tirai Bambu.

"Sekitar 30 persen impor bahan baku industri berasal dari Cina, suka tidak suka," ujar Agus di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Maret 2020.

Agus mengatakan, untuk mengantisipasi turunnya produksi akibat kelangkaan bahan baku, industri harus melakukan aksi korporasi untuk mencari pemasok dari negara alternatif. Dalam hal ini, ia memastikan pemerintah akan turut membantu.

Pertama, pemerintah akan menawarkan keringanan bea masuk untuk negara-negara yang tertarik memasok bahan baku. Bahkan, ia mengupayakan agar bea masuk ini dinihilkan atau digratiskan.

Selanjutnya kedua, Kementerian Perindustrian meminta perbankan memberikan keringanan penerbitan letter of credit atau LC untuk eksportir dan importir bahan baku. Agus menyatakan telah menjalin komunikasi dengan Gubernur Bank Indonesia, Kementerian BUMN, dan Himbara.

Ketua Bidang Hubungan Internasional Kadin Shinta Kamdani membenarkan bahwa pengusaha tengah menghadapi ancaman kelangkaan pasokan bahan baku. Ia mengatakan, pengusaha butuh waktu 2-3 bulan untuk mendapatkan stok. Sementara itu, pasokan bahan baku saat ini terus berkurang.

"Kalau ini dibiarkan, industri akan tutup sebelum bahan baku produksinya sampai," katanya. []

Sumber:Tempo
Falevi Kirani Idul Fitri
Iklan BPD Idul Fitri
ESDM Idul Fitri

Komentar

  Loading...