Atasi gangguan harimau, Pawang Syarwani Sabil dari Meulaboh didatangkan ke Aceh Selatan

Atasi gangguan harimau, Pawang Syarwani Sabil dari Meulaboh didatangkan ke Aceh SelatanAntara
Pawang harimau sumatra Syarwani Sabil (83) memberikan pengarahan kepada tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh saat melaksanakan patroli di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, Minggu (8/3/2020). Syarwani Sabil yang bekerja untuk BKSDA Aceh sejak 2007 merupakan satu-satunya pawang harimau yang telah menangani berbagai konflik harimau sumatra dengan manusia di provinsi Aceh. (Antara Aceh/Irwansyah Putra)  
A A A

Tapaktuan, acehnews -- Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mendatangkan Teungku Syarwani Sabil (83) seorang pawang harimau untuk mengatasi gangguan harimau yang selama ini meresahkan masyarakat di Desa Durian Kawan Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan.

 “Pawang harimau yang kita datangkan dari Meulaboh Kabupaten Aceh Barat ini bertujuan untuk mengusir harimau agar kembali lagi ke habitatnya di dalam hutan, serta tidak mengganggu masyarakat,” kata Camat Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan Muriadi S yang dihubungi dari Meulaboh, Senin.

Baca juga: Dua ekor ternak sapi milik warga di Aceh Selatan dimangsa Harimau

Ia mengakui, selama ini setiap terjadinya gangguan harimau di Kabupaten Aceh Selatan, pemerintah daerah dan otiritas terkait sering mengundang Teungku Syarwani Sabil untuk mengatasi gangguan satwa liar yang dilindungi negara tersebut.

“Selama ini setelah kita datangkan pawang, harimau berhasil kembali ke hutan, tidak lagi berkeliaran di sekitar kebun atau pemukiman warga,” kata Muriadi menuturkan.

Ia juga menjelaskan, gangguan satwa harimau di kawasan tersebut terjadi selama dua kali dalam satu tahun atau setiap enam bulan sekali.

Biasanya, sasaran amukan harimau diantaranya seperti hewan ternak milik masyarakat, katanya.

Teungku Syarwani didatangkan ke Desa Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, setelah sebelumnya dua ekor ternak sapi milik masyarakat di daerah ini mati setelah dimangsa harimau sumatera (Panthera Tigiris) di sekitar pemukiman penduduk setempat.

“Sengaja kita datangkan pawang untuk mengatasi konflik antara harimau dan manusia, semoga ke depan satwa ini tidak lagi turun ke sekitar pemukiman masyarakat karena meresahkan,” kata Muriadi menambahkan.[]

Sumber:Antara

Komentar

  Loading...