Arab Saudi Batasi Volume Pengeras Suara Masjid

Arab Saudi Batasi Volume Pengeras Suara Masjid
Foto: Imam Masdijil Haram, Syekh Bandar Al Baleelah, diserang pria bersenjata. Peristiwa penyerangan itu terjadi saat dia sedang ceramah Salat Jumat, (21/5/2021). (Dok: Twitter Haramain/@Haramaininfo)
A A A

"Mereka yang ingin salat tidak perlu menunggu..panggilan dari imam [via pengeras suara]," katanya dalam sebuah video yang diterbitkan televisi pemerintah.

Jakarta, acehnews.id -- Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Abdullatif al-Sheikh, mendukung aturan pembatasan volume suara pengeras masjid. Dia mengatakan hal itu dipicu oleh keluhan tentang kebisingan pengeras suara masjid yang volumenya berlebihan.

Mengutip Aljazeera, Selasa 1 Juni 2021, pekan lalu Kementerian Agama Islam Saudi Arabia mengatakan pengeras suara harus diatur tidak lebih dari sepertiga volume maksimum.

Perintah itu juga membatasi penggunaan pengeras suara hanya untuk azan, bukan untuk menyiarkan khutbah secara lengkap. Pernyataan ini juga memicu reaksi di media sosial.

Senin lalu, Abdullatif al-Sheikh mengatakan perintah itu sebagai tanggapan atas keluhan warga bahwa volume keras dari pengeras suara masjid mengganggu anak-anak dan orang tua.


"Mereka yang ingin salat tidak perlu menunggu..panggilan dari imam [via pengeras suara]," katanya dalam sebuah video yang diterbitkan televisi pemerintah.

"Mereka harus berada di masjid lebih dahulu," tambahnya.

Beberapa saluran televisi juga menyiarkan doa dan pembacaan Al Qur'an sehingga pengeras suara harus digunakan untuk tujuan yang terbatas.

Di negara yang memiliki puluhan ribu masjid, banyak orang yang menyambut baik langkah mengurangi tingkat volume dari penggunaan pengeras suara ini. Tapi keputusan itu juga menimbulkan protes di media sosial, dengan tagar (tanda pagar) yang menyerukan pelarangan musik keras di restoran dan kafe.

Sang Menteri al-Sheikh beranggapan kritik terhadap kebijakan itu disebarkan oleh 'musuh kerajaan' yang ingin menggerakkan opini publik.

Kebijakan ini mendukung liberalisasi besar-besaran yang didengungkan penguasa de facto, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), yang telah mendorong era keterbukaan baru di Arab Saudi.

Pangeran muda ini telah melonggarkan pembatasan sosial di kerajaan yang sebelumnya ultra konservatif. Dia mencabut larangan menonton di bioskop, membolehkan wanita mengemudi, dan mengizinkan kehadiran pria dan wanita dalam acara konser musik dan acara olahraga.

Norma baru ini disambut positif oleh banyak orang Arab Saudi khususnya bagi yang kaum muda di antaranya berusia 30 tahun ke bawah.[]

Komentar

  Loading...