428 Nakes di Bireuen Telah Divaksin, Wartawan Juga Disuntik Vaksin Covid-19

428 Nakes di Bireuen Telah Divaksin, Wartawan Juga Disuntik Vaksin Covid-19acehnews.id|Safri
Sulaiman, salah seorang wartawan media online jalani vaksinasi di RSU dr Fauziah, Bireuen, Rabu 17 Februari 2021
A A A

Bireuen, acehnews.id -- Sebanyak 428 tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum dr Fauziah Kabupaten Bireuen telah divaksin covid-19 pada tahap pertama, selain tenaga kesehatan wartawan di Kota Juang ini juga ikut divaksin.

Muhammad Sulaiman (45) salah seorang wartawan media online mewakili kalangan wartawan yang bertugas di Bireuen, menjadi orang pertama yang jalani vaksinasi covid-19 untuk tahap pertama, 17 Februari 2021, di gedung radiologi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen.

Sebelumnya pencanangan dan penyuntikan vaksin sinovac tahap pertama dijadwalkan pada tanggal pada Rabu 10 Februari 2021, namun karena yang bersangkutan berhalangan hadir, maka dijadwalkan pada hari ini.

Setelah dilakukan screening kesehatan oleh dokter yang bertugas, menyatakan Sulaiman layak disuntik dan dalam kondisi kesehatan yang stabil.

"Setelah divaksin saya tidak merasakan gejala yang aneh, biasa saja, terasa aman dan tidak ada efek samping," kata Sulaiman.

Ia pun berharap kepada rekan-rekan pewarta lainnya agar dapat menjalani vaksinasi sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Menurutnya, karena peran insan pers berada di garis terdepan sering berjumpa dengan segala kalangan dan narasumber dalam kegiatan-kegiatan jurnalistik.

"Harapan kepada rekan-rekan media, ayo kita jalani vaksinasi, terutama kepada masyarakat umun untuk tidak perlu ragu dan takut, karena vaksin ini sangat penting dan perlu untuk memutuskan rantai penyebaran covid-19," pinda Sulaiman.

Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M.Kes menyampaikan, sebanyak 1.182 nakes akan menjalani vaksinasi, 1.011 sudah teregestrasi dan 428 orang telah divaksin di RSU dr Fauziah.

dr Amir Addani mengajak masyarakat tidak perlu takut terhadap vaksin, karena vaksin aman dan halal.

"Barusan sebagaimana kita lihat, salah seorang rekan kita menjalani vaksinani mewakili media, tidak ada efek apa-apa, masyarakat tak perlu takut, ini merupakan keseriusan pemerintah untuk upaya memutuskan rantai penyebaran covid-19," katanya.

Menurut dr Amir, masyarakat saat ini perlu diberikan edukasi terhadap pentingnya vaksinasi dan jangan mudah percaya dengan isu miring yang tidak jelas.[]

Komentar

  Loading...